24 May 2021, 14:36 WIB

Lelang Pembangkit Listrik Blok Rokan Belum Diputuskan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengungkapkan sampai saat ini belum ada keputusan akhir soal tender Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PTGU) Blok Rokan yang digelar Chevron Standard Limited (CSL).

Meski tidak menerangkan secara detil, Manager Corporate Communication PT CPI Sonitha Poernomo menuturkan ada beberapa hal yang masih didiskusikan soal proses tender. Seperti diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ikut dalam lelang pembangkit di Blok Rokan. "Tidak ada keputusan akhir. Sebagaimana setiap kegiatan transisi, terdapat banyak hal yang didiskusikan," ujar Sonitha kepada Media Indonesia, Senin (24/5).

Sonitha menyebut, saat ini pasokan listrik untuk Blok Rokan berasal dari PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang dimiliki CSL serta memproduksi uap (steam) yang dibutuhkan di Duri Steam Flood, Rokan. "Fasilitas ini juga mampu menghasilkan 300 MW (mega watt) daya listrik dan 330 ribu barel kapasitas uap per hari," jelasnya.

Sonitha menuturkan, CSL sendiri mendukung pengalihan Blok Rokan ke PT Pertamina Hulu Rokan pada Agustus 2021 mendatang.

Sebelumnya diberitakan, CSL tengah melelang pengelolaan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) North Duri Cogeneration (NDC) dengan taksiran nilai US$300 juta. Di sisi lain, Pertamina dan PLN diketahui sudah melakukan komunikasi penyediaan tenaga listrik dan uap di Blok Rokan pada Maret 2020.

Pada 1 Februari 2021, kedua perusahaan meneken Perjanjian Jual Beli Listrik dan Uap (PJBTLU) yang mulai efektif pada Agustus 2021, bersamaan dengan berakhirnya pengelolaan Blok Rokan oleh CPI.

Kontrak kerja sama PT CPI di Blok Rokan akan berakhir pada 9 Agustus 2021. Blok Rokan merupakan salah satu blok migas terbesar di Indonesia, yang cakupan areanya melintasi tujuh kabupaten/kota di Riau. Termasuk, lima lapangan utama yaitu Duri, Minas, Bekasap dan Kota Batak, serta banyak lapangan kecil lainnya. (E-3)

 

BERITA TERKAIT