21 May 2021, 11:25 WIB

Respon Positif Rilis Data Ekonomi Domestik Kokohkan IHSG


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (21/5), dibuka pada level 5.824,11, melanjutkan penguatan dari penutupan kemarin 5.797,59. Berdasarkan analisa teknikal, saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 5.734 – 5.828.

"Pelaku pasar merespon positif rilis data dari BPS dimana capaian ekspor naik sebesar 51,94%, dan impor naik sebesar 29,93%. Sehingga neraca perdagangan pada bulan April surplus sebesar US$2,19 miliar lebih tinggi dari ekspektasi para ekonom," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Jumat (21/5).

Perbaikan ekonomi global yang terindikasi dari naiknya produktivitas industri dan PMI Manufaktur negara–negara mitra dagang, mendorong naiknya permintaan terhadap harga komoditas yang juga berdampak pada kinerja ekspor Indonesia.

Meski begitu, terdapat penurunan ekspor yang cukup signifikan dari India dimana kasus pandemi yang meningkat memberikan tekanan pada impor negara tersebut.

Namun peningkatan ekspor non migas terjadi ke beberapa negara tujuan juga terjadi ke Tiongkok paling besar, Swiss, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia. Sementara ekspor non migas ke Belanda Jepang, Bangladesh, Italia, India.

Di lain sisi peningkatan impor menjadi sejalan dengan naiknya produktivitas pabrik yang saat ini telah memasuki fase ekspansi.

Naiknya Impor didorong oleh komoditas migas maupun komoditas non migas. Impor migas naik 136,86% YoY sementara impor non migas naik 22,1% YoY.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup +0,55%, Nasdaq ditutup +1,77%), S&P 500 ditutup +1,06%. Penguatan didorong pernyataan The Fed bahwa saat ini belum ada tindakan yang akan dilakukan dalam jangka pendek.

Namun bila inflasi masih terus meningkat, maka The Fed akan mempertimbangkan tapering dari pembelian aset keuangan yang baru akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

Selain itu data ekonomi jumlah klaim pengangguran tercatat 444.000 lebih baik dari ekspektasi pasar modal di level 453.000.

"Bursa saham Asia, dibuka menguat merespon optimisme dari penguatan bursa Amerika Serikat," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper. (OL-13)

Baca Juga: Wall Street Tertolong Naiknya Saham Teknologi

BERITA TERKAIT