20 May 2021, 10:10 WIB

Dua Faktor Ini Bikin Nilai Bitcoin Terjungkal


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MATA uang digital paling populer di cryptocurrency atau kripto saat ini, bitcoin telah turun drastis selama beberapa bulan terakhir karena dua alasan yang dianggap tak terduga.

Sesuai data terbaru di Coinbase pada (19/5), harga bitcoin berada di US$38.570,90, level terendah sejak Februari 2021. Bitcoin telah jatuh hampir 40% dari rekor yang pernah dicapai, yakni US$ 64.895 yang dicapai pada April lalu.

Pertama, penyebab mata uang kripto itu terjungkal karena dikatakan pengaruh soal cuitan CEO Tesla Elon Musk, serta pukulan terbaru datang dari larangan baru Tiongkok atas transaksi kripto.

Baca juga: Cuitan Elon Musk Pengaruhi Pergerakan Pasar Cryptocurrency

Musk yang berujar telah menghentikan pembayaran Tesla dengan bitcoin dengan alasan mata uang itu tidak ramah lingkungan, mengundang banyak kemarahan dari penggemar kripto.

"Tren penggunaan energi selama beberapa bulan terakhir ini gila," cuit Musk beberapa hari lalu.

Berdasarkan laporan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Musk juga anjlok menjadi US$159 miliar pada 13 Mei dari US$184 miliar pada 9 Mei 2021 setelah Tesla berhenti menerima pembayaran bitcoin.

Faktor kedua, Tiongkok telah melarang lembaga keuangan dan pembayaran, termasuk bank dan platform pembayaran online menyediakan layanan terkait kripto dan memperingatkan investor terhadap perdagangan kripto spekulatif. Larangan tersebut termasuk menghentikan layanan seperti kliring bahkan pendaftaran untuk cryptocurrency.

Baca juga: Harga Kripto Ambles Usai Tesla Tak Lagi Terima Bitcoin

Dalam pernyataan bersama pada 19 Mei, tiga badan industri, Asosiasi Keuangan Internet Nasional Tiongkok, Asosiasi Perbankan Tiongkok dan Asosiasi Pembayaran dan Kliring Tiongkok menyatakan bahwa sifat perdagangan mata uang kripto ialah spekulatif.

"(Mata uang kripto) secara serius melanggar keamanan properti orang dan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan normal," sebut ketiga lembaga itu.

Pemberitahuan tersebut menjadi peringatan ke konsumen terhadap spekulasi liar dan menambahkan bahwa kerugian yang disebabkan oleh transaksi investasi mata uang digital ditanggung oleh konsumen sendiri, karena hukum di Tiongkok dikatakan tidak menawarkan perlindungan kepada mereka. (Moneycontrol/OL-13)

Baca Juga: Wall Street Melemah setelah Kripto Jatuh

BERITA TERKAIT