14 May 2021, 21:55 WIB

Dana IPO Lucy in The Sky Untuk Ekspansi Bisnis


Media Indonesia | Ekonomi

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. pemilik & pengelola Lucy in The Sky telah resmi melantai di bursa saham pada 5 Mei 2021 lalu. Melalui Initial Public Offering (IPO), perseroan berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham.

Setelah mendapatkan dana tersebut, perseroan telah melanjutkan rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis.

Ratna Sari, Corporate Secretary Lucy in The Sky mengungkapkan pengembangan perusahaan sudah berjalan sebelum mendapatkan dana dari publik.  

“Rencana melakukan ekspansi bisnis sebenarnya sudah berjalan sejak satu bulan sebelum perusahaan melantai di bursa saham. Sesuai rencana perusahaan untuk melakukan pengembangan, setelah mendapatkan dana dari publik, pada kuartal II/2021 perseroan telah merealisasikan strategi pengembangan," paparnya.

Di antaranya renovasi gerai Lucy in The Sky yang berlokasi di SCBD Jakarta yang ditargetkan selesai pada Juni 2021. Selain itu, rencana pembukaan gerai di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak, dan gerai ditargetkan akan dibuka pada bulan September 2021. Rencana selanjutnya pembukaan gerai di PIK (Pantai Indah Kapuk), yang sudah masuk dalam proses negosiasi dalam kontrak sewa.

"Kami optimis dapat memenuhi target penjualan di tahun ini dengan memproyeksikan pengembangan gerai kami. Kami pastikan seluruh rencana dapat terealisasi sesuai target perusahaan. Kami juga yakin sektor food & beverage akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perkonomian Indonesia pada 2021,” tandas Ratna Sari.


Ekonomi tumbuh


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 berada pada kisaran 4,1% hingga 5,1%. Bank Indonesia memastikan perekonomian Indonesia saat ini berada dalam tren perbaikan.

“Tren perbaikan perekonomian Indonesia tentunya akan berdampak positif bagi para pelaku usaha di berbagai sektor, tak terkecuali sektor F&B. Momentum perbaikan ekonomi ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melakukan pengembangan usahanya, dengan melakukan adaptasi yang sesuai dengan kondisi setelah pandemi," tambahnya.

Seperti halnya Lucy in The Sky, sebelum adanya pandemi covid-19, Lucy sudah menghadirkan restoran dengan konsep outdoor, yang merupakan pertama di Indonesia.

"Untuk itu, rencana pengembangan ekspansi bisnis perusahaan tetap mengadopsi konsep yang sudah dimiliki sebelumnya dengan ditambahkan perubahan dalam peningkatan protokol kesehatan.” ujar Ratna.

Industri F&B diprediksi akan mengalami pertumbuhan positif pada 2021. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memproyeksikan industri F&B dapat tumbuh 5% hingga 7% pada 2021.

“Kondisi perekonomian masa pandemi saat ini telah masuk pada tahap pemulihan ekonomi. Dengan hadirnya vaksin diharapkan dapat memberikan angin segar bagi para pelaku usaha di sektor F&B untuk pulih dan mengembangkan perusahaannya. Sebagai pionir outdoor restoran di Indonesia, Lucy in The Sky memiliki berbagai rencana pengembangan perusahaan yang matang untuk menjawab tantangan di industri F&B, dan entertainment di Indonesia. Kami meyakini industri F&B tidak hanya pulih, namun mampu tumbuh pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Ratna. (N-2)

 

BERITA TERKAIT