12 May 2021, 21:57 WIB

Melonjaknya CPO Bakal Bikin Harga Cokelat hingga Kosmetik Terkerek


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MELONJAKNYA harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) siap-siap akan membuat produk mulai dari cokelat, kosmetik hingga sabun diprediksi bakal ikut terangkat.

Harga minyak kelapa sawit dikabarkan telah melonjak lebih dari 120% dalam satu tahun terakhir dan menembus US$ 1.091 per ton, mencapai rekor pada Rabu (12/5).

Minyak nabati sendiri diketahui paling banyak dikonsumsi di dunia terdapat dalam berbagai produk seperti cokelat, kue kering, sabun, lipstik, dan biofuel, dan banyak digunakan di restoran Asia.

Head of Trading and Hedging Strategies at Kaleesuwari Intercontinental Gnanasekar Thiagarajan menyebut, kenaikan harga CPO ke titik tertinggi sepanjang masa pasti akan memengaruhi kebiasaan konsumen.

“Konsumsi minyak yang diperkirakan turun akan membuat tren kenaikan harga dan mungkin ada pergeseran yang dapat mengubah preferensi jenis makanan sama sekali," ucapnya dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/5).

Di Eropa dan Amerika Serikat (AS), permasalahan minyak sawit ialah menghadapi tekanan dari konsumen karena kekhawatiran akan adanya perkebunan kelapa sawit yang menyebabkan deforestasi dan merusak habitat hewan.

Sementara, perusahaan pembuat gula dan kosmetik top dunia dikatakan telah berusaha untuk memastikan bahwa minyak sawit yang mereka gunakan diproduksi secara berkelanjutan.

Importir CPO terbesar dunia seperti India dan diikuti oleh Tiongkok, dan produsen serta pengguna terbesar adalah Indonesia ditaksir bakal ikut terdampak.

Konsumsi CPO di India saat ini dianggap berisiko karena penurunan permintaan, imbas lonjakan covid-19 yang mencapai 400 ribu kasus per hari, menurut Presidem Asosiasi Ekstraktor dari India atau Solvent Extractors’ Association of India/ SEA) Atul Chaturvedi. Negara ini dianggap menjadi pasar yang sensitif terhadap harga CPO.

Namun, perusahaan yang ingin beralih dari kelapa sawit ke jenis minyak lain juga dimungkinkan menemukan peluang terbatas alias sulit. Seperti minyak kedelai, minyak yang paling banyak dikonsumsi, juga dilaporkan mengalami kenaikan harga capai 150% pada tahun lalu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT