08 May 2021, 18:15 WIB

Mudik Dilarang, Permintaan Layanan Kargo Citilink Melonjak


Insi NAntika Jelita | Ekonomi

MASKAPAI penerbangan Citilink mengaku mendapat keuntungan dari pelarangan mudik dengan adanya peningkatan layanan kargo. Perseroan itu memperkuat layanan penerbangan kargo domestik dengan 36 penerbangan kargo ke 20 rute di Indonesia pada hari pertama larangan mudik (6/5) lalu.

“Sejak mulai diberlakukannya hari pertama peniadaan mudik lebaran, penerbangan kargo Citilink mengalami peningkatan dan ini merupakan sebuah berkah untuk Citilink,” ungkap Direktur Utama Citilink Juliandra di Cengkareng dalam rilis perusahaan, Sabtu (8/5). 

Penerbangan kargo, tambah Juliandra, pada periode ini dianggap berperan signifikan pada periode peniadaan mudik, karena banyak masyarakat yang memilih untuk mengirimkan barang hantaran sebagai pengganti silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. 

Pada Kamis (6/5), Citilink menyebut, telah mengangkut total kargo sekitar 250 ton dengan rata-rata kargo yang diangkut di setiap penerbangan mencapai 70%. Produk kargo yang diangkut sebanyak 95% adalah produk general seperti barang hantaran dan dokumen. 

Baca juga : Larangan Mudik, Penumpang Kereta di Stasiun Senen Anjlok 90%

Layanan kargo maskapai itu ke berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Pekanbaru, Pontianak, Batam dan berbagai kota lainnya dengan menggunakan armada jenis Airbus A320, ATR 72-600 dan Boeing B735 (Freighter). 

“Ke depannya, kami berkomitmen untuk dapat semakin memperluas jaringan penerbangan kargo di kota-kota Indonesia lainnya dengan tujuan untuk dapat mempermudah kebutuhan distribusi logistik Indonesia,” tandas Juliandra.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto menuturkan ada beberapa penerbangan yang diperbolehkan beroperasi atau mengangkut penumpang di masa larangan mudik lebaran mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Pertama adalah perjalanan dinas bagi pejabat tinggi negara dan tamu kenegaraan, operasional Kedutaan Besar, perwakilan organisasi internasional di Indonesia. Lalu, operasional penerbangan untuk pemulangan WNI dan WNA. Kelompok masyarakat lainnya yang diizinkan melakukan penerbangan ialah operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, operasional angkutan kargo, operasional angkutan udara perintis. (OL-7)

BERITA TERKAIT