06 May 2021, 17:12 WIB

PT Jasa Raharja Lakukan Inovasi dan Transformasi Bisnis


mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Jasa Raharja, Member of Indonesia Financial Group, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban amanah untuk menyelenggarakan program perlindungan dasar kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi PT Jasa Raharja karena pada Maret terbit PP NO 20 Tahun 2020 bahwa Jasa Raharja secara resmi bergabung ke dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan atau yang kita kenal sebagai Indonesia Financial Group.

Pada tahun ini pula korporasi harus menghadapi situasi yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya dengan terjadinya pandemi Covid-19 sehingga berdampak kepada seluruh sektor kehidupan khususnya sektor ekonomi dan bisnis. 

Kondisi ini menuntut jajaran manajemen PT Jasa Raharja untuk melakukan inovasi dan transformasi strategi bisnis untuk dapat bertahan. PT Jasa Raharja (Persero) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang tahun 2020. Kondisi ini termasuk diakibatkan oleh dampak pandemi covid-19.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, mengungkapkan realisasi pendapatan Jasa Raharja mengalami surplus dari anggaran tahun lalu Rp5,03 triliun menjadi sebesar Rp5,77 triliun. Namun realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan dibanding perolehan 2019 diakibatkan pandemi Covid-19.

"Penurunan 12,30% karena faktor pandemi dan juga tingkat ekonomi yang lambat. Penjualan kendaraan baru turun, jumlah penumpang darat, laut, udara, kereta turun, lalu ada pembatasan sehingga terjadi penurunan pendapatan," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (6/5).

Dalam kesempatan itu, PT Jasa Raharja memublikasikan laporan khusus terkait kinerja dari perusahaan pelat merah itu dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat khususnya dan juga kepada stakeholder.

Setidak ada tiga topik pembahasan yang disampaikan yaitu mengenai evaluasi kinerja tahun 2020, penanganan kasus kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, dan persiapan Jasa Raharja menghadapi Idul Fitri 1442 H.

Dalam keterangan tertulis disebutkan, total santunan yang diserahkan di 2020 sebesar Rp2,3 triliun. Angka itu lebih rendah 13 % dibandingkan dengan realisasi tahun 2019. Hal ini dampak dari penurunan jumlah korban kecelakaan lalu lintas sejalan dengan pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi covid-19.

Dari segi kinerja kecepatan penyelesaian santunan secara nasional adalah satu hari 14 jam dan hal ini juga dibarengi dengan hasil survei Customer Satisfaction Index yang dilakukan oleh Markplus meraih nilai sebesar 95,3%.

Dalam rangka menghadapi pandemi covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, PT Jasa Raharja dalam Program Business Contigenty Plan juga melakukan beberapa innovasi dalam mendukung proses Bisnis.

Inovasi yang dijalankan sepanjang 2020 adalah sistem pendatanganan digital atau SiDita yang bekerja sama dengan Perum Peruri, sistem verifikasi biaya perawatan korban kecelakaann lalu lintas di rumah sakit yaitu SiVera bekerjasama dengan Telkom Admedika, dan perbaikan sistem tata usaha persuratan digital SIAP-JR Versi 2.

Sementara mengenai strategi Jasa Raharja pada Idul Fitri 1442 H / 2021 mengingat masih dalam kondisi pandemi di antaranya adalah menyiagakan seluruh personel Jasa Raharja untuk memantau arus lalu lintas melalui sistem yang sudah terintegrasi antara DASI JR dengan IRSMS Polri, Dukcapil, dan rumah sakit. 

“Sehingga apabila terjadi musibah kecelakaan akan terpantau dan proses pelayanan kepada para korban kecelakaan dapat tetap berjalan,” kata pernyataan tersebut. (RP/OL-09)

BERITA TERKAIT