06 May 2021, 09:50 WIB

Sandiaga Kembangkan Wisata Halal lewat Masjid Istiqlal


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) sepakat melakukan kerja sama dalam mengembangkan wisata halal lewat tempat ibadah tersebut. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar yang diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedarman, Rabu (5/5).

Sandiaga menilai bahwa Masjid Istiqlal selain menjadi tempat ibadah, memiliki potensi dikembangkan sebagai destinasi wisata religi. Masjid tersebut dianggap kerap menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang ingin menikmati wisata religi.

"Masjid Istiqlal sudah menjadi ikon Indonesia, sebab banyak turis sebelum pandemi berkunjung ke Indonesia untuk melihat indahnya Masjid Istiqlal. Sudah banyak juga kepala negara yang berkunjung ke Masjid Istiqlal," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Sandiaga menginginkan empat pilar besar Kemenparekraf dapat diwujudkan dalam lingkup MoU tersebut, yakni pilar destinasi, kelembagaan dan industri, pemasaran, dan pilar ekonomi kreatif.

Dia menjelaskan, kegiatan yang bisa dikerjasamakan antara BPMI dan Kemenparekraf antara lain, kolaborasi ekosistem halal program untuk ekonomi kreatif. Nantinya wisatawan dapat menikmati wisata kuliner dan wisata berbelanja produk lokal halal di pelataran Masjid Istiqlal dengan rasa aman dan nyaman.

"Memang harapan kita bahwa kerja sama ini akan mewujudkan pariwisata halal, wisata ramah muslim ini dalam pilarnya. Dari sisi UMKM, Di Masjid Istiqlal akan ada halal food service, jadi ada halal center," ucap Menparekraf.

baca juga:Wisata Halal

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar menjelaskan, tempat ibadah tersebut kini sudah selesai tahap renovasi dan dapat menjadi jendela bagi turis yang ingin mengenal Indonesia. Karena dari segi arsitektur dan sejarah pembangunan, Masjid Istiqlal dinilai mencerminkan Indonesia.

"Isu kita kali ini adalah new Istiqlal, bukan hanya masjidnya saja yang baru, tapi kita memiliki berbagai program yang baru, salah satunya punya program strategi itu yakni pariwisata. New Istiqlal ini menampilkan nuansa lokal," tuturnya.

KH. Nasaruddin juga mengatakan, pihaknya akan siap membuat program yang dapat mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Kita juga nantinya akan mengadakan festival seperti festival musik spiritual. Misalnya grup-grup selawatan dari Turki dan negara lain," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT