04 May 2021, 17:09 WIB

Pemerintah Soroti Disparitas Harga Ekspor Sarang Burung Walet


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PEMERINTAH berkomitmen mengangkat nilai ekspor sarang burung walet. Pada 2020, penjualan komoditas unggulan tersebut ke luar negeri mencapai 1.316 ton, dengan nilai US$540 juta.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menilai angka tersebut seharusnya bisa lebih besar, jika ada keseragaman harga di pasar global. Sekitar 85% ekspor sarang burung walet ditujukan ke Hong Kong. Di negara itu, produk tersebut hanya dihargai US$88 per kilogram.

Sementara, pembeli dari Tiongkok yang tidak lebih dari 15%, bisa membayar hingga US$1.500 per kilogram. "Di sini kita lihat ada disparitas harga yang luar biasa," ujar Lutfi di Kantor Presiden, Selasa (4/5).

Baca juga: Kemendag Bidik Peningkatan Ekspor ke Tiongkok

Pihaknya bersama Kementerian Pertanian akan melakukan upaya harmonisasi aturan, yang membuat harga ekspor sarang burung walet menjadi seragam. Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata mengungkapkan perusahaan Indonesia bisa mengekspor dengan harga tinggi ke Tiongkok, karena regulasi jual beli di negara itu sudah sangat jelas.

Hanya eksportir terdaftar yang bisa menjual sarang burung walet ke Negeri Tirai Bambu. Sementara itu, untuk ekspor ke negara di luar Tiongkok, eksportir yang tidak terdaftar bisa melakukannya.

"Ekspor ke Tiongkok paling jelas regulasinya. Ini kalau digali dengan aturan yang jelas, kemungkinan harga sarang burung walet bisa meledak dan devisa kita bisa naik," pungkas Boedi.(OL-11)
 

 

 

 

BERITA TERKAIT