04 May 2021, 16:40 WIB

Progres Capai 86,67%, Luhut Ingin Percepat Proyek LRT Jabodebek


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ingin mempercepat pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Dalam rapat koordinasi pada Senin (3/5), progres konstruksi prasarana LRT telah mencapai 86,67% pada minggu keempat April 2021.

Kemenko Marves menyebut, progres per lintas halte Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur telah mencapai target. Sedangkan, progres berdasarkan item prasarana, pada prasarana utama seperti stasiun dan lintas dan pekerjaan sekunder masih kurang 2% dari target.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi di Sektor dan Daerah Belum Merata

“Diperlukan langkah nyata percepatan untuk mengejar ketertinggalan dan merealisasikan target progres konstruksi di tahun 2021,” ungkap Luhut dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Dilaporkan juga oleh Kemenko Marves, progres depo secara keseluruhan LRT Jabodebek telah mencapai 33,45%.

Dalam kesempatan ini, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto menyampaikan, perlu ditingkatkan koordinasi antar semua pihak.

“Perlu ditingkatkan koordinasi dalam pelaksanaan integrasi persinyalan, agar seluruh item pengujiannya terdefinisi dengan jelas, sehingga durasinya dapat direncanakan dengan baik,” jelas Seto.

Sebelumnya pada (12/3), Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, proyek LRT Jabodebek merupakan proyek strategis nasional yang menjadi salah satu tugas penyelesaian kepada KAI.

Ia melanjutkan LRT Jabodebek merupakan proyek kerja sama sinergi BUMN yang dikoordinasikan oleh Satker LRT Jabodebek di Kementerian Perhubungan

Per 5 Maret 2021, progres pembangunan fase 1 LRT Jabodebek telah mencapai 83,37% dengan rincian Lintas Pelayanan I Cawang-Cibubur sebesar 93,67%, Lintas Pelayanan II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 82,44%, serta Lintas Pelayanan III Cawang-Bekasi Timur sebesar 76,94%.

Fase 1 LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada Juli 2022 dengan 18 stasiun pemberhentian. Adapun pengoperasiannya akan dilakukan secara otomatis tanpa masinis dengan sistem persinyalan atau CBTC grade of automation level 3. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT