04 May 2021, 14:34 WIB

Sri Mulyani: Tantangan Covid-19 masih Berlanjut hingga 2022


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perkembangan covid-19 masih akan menjadi tantangan terhadap pemulihan ekonomi. Bukan hanya tahun ini saja, tantangan akibat dari pandemi juga diprediksi masih berlanjut hingga tahun depan.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini kasus harian covid-19 di seluruh dunia terus meningkat dengan mencapai lebih dari 800 ribu kasus per hari. Selain itu muncul berbagai varian baru covid-19, serta adanya gelombang baru pandemi yang terjadi di berbagai negara besar.

Baca juga: Populisme Agama Memicu Covid-19

"Varian baru mungkin akan menimbulkan komplikasi dalam penanganan covid. Pada saat yang sama kita melihat meskipun program vaksinasi dimulai di seluruh dunia, namun aksesnya tidak merata," ungkapnya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 secara virtual, Selasa (4/5).

Tak hanya itu, beberapa faktor eksternal dan internal juga dikatakan masih akan memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan terutama kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN).

"Perubahan kebijakan fiskal moneter di negara maju yang pasti menimbulkan spillover. Apakah itu dalam bentuk inflasi, suku bunga global, dan kemudian berujung kepada volatilitas nilai tukar dan capital flow yang mengalami volatilitas juga," kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan, disparitas pemulihan ekonomi dunia juga akan menyebabkan perubahan atau dinamika antar negara termasuk dari sisi stimulus maupun kemampuan untuk memperoleh vaksin. Namun begitu, sejumlah negara besar mulai mengalami perbaikan perekonomian.

"Pemulihan dari beberapa negara besar dalam perekonomian seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan sekarang mulai dengan Eropa akan membuat harga komoditas akan mengalami peningkatan yang sangat kuat. Ini seperti yang terjadi 2009, di mana akan memunculkan boom komoditas yang mungkin harus diantisipasi positif maupun negatifnya," pungkasnya. (Des/A-3)

BERITA TERKAIT