03 May 2021, 19:55 WIB

Tiga BUMN Siap Membentuk Holding Jasa Survei


Bayu Anggoro | Ekonomi

TIGA BUMN bersiap memenuhi target membentuk holding Jasa Survei. Mereka akan fokus di wilayah regional Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero) Rudiyanto mengatakan dengan kolaborasi BUMN dalam satu holding ini akan mampu menguatkan posisi Jasa Survei, khususnya di era volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity (VUCA).

Ketiga BUMN tersebut adalah PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT
SUCOFINDO (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero).

"Jika saling  berkolaborasi, menguatkan dan meningkatkan strategi bisnis, dan dengan menjaga komitmen, kami optimistis BUMN Jasa Survei dapat menjadi top 5 market leader di Asia Tenggara. Hal ini pun menjadi target bersama di 2024," kata Rudiyanto, Senin (3/5).

Pernyataan serupa juga diungkapkan Direktur Komersial 2 PT Surveyor Indonesia (Persero) Darwin Abas. Ia menyatakan kunci keberhasilan yang harus dipegang bersama dalam menyukseskan holding adalah 3 K yakni kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi.

"Dengan berkolaborasi kita dapat saling melengkapi, baik dari segi layanan jasa, kompetensi sumber daya manusia, maupun peralatan dan aset," ujar Darwin.

Dengan kompetensi dan aset yang dimiliki oleh BUMN Jasa Survei ini pun
menurut Direktur Komersial 1 PT Surveyor Indonesia (Persero) Tri Widodo
akan mampu mendukung program pemerintah, serta upaya meningkatkan daya
saing. "Kami akan terus menyosialisasikan hal ini di Sumatera
dan Kalimatan."


Mampu bersaing


Proses pembentukan holding saat ini telah memasuki tahap Penetapan
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)  menjadi Peraturan Pemerintah oleh
Presiden Republik Indonesia. "Ketika PP telah ditandatangani maka
strategi bisnis kita akan dijalankan bersama-sama. Untuk menyiapkan hal
tersebut, kita juga telah membentuk PMO (Project Management Office),"
katanya.

Direktur Pengembangan dan Sumber Daya PT BKI (Persero) Saifuddin Wijaya
mengatakan, tim ini dibentuk mengintegrasikan seluruh aspek dari 3 BUMN
Jasa Survei menjadi satu, sehingga kelak mampu meningkatkan revenue
serta efisiensi sistem operasional. Dengan adanya holding ini akan mampu membawa BUMN Jasa Survei bersaing dengan perusahaan asing
lainnya.

"Sinergi dan kolaborasi ini mampu menguatkan kapasitas dan kapabilitas
BUMN Jasa Survei, sehingga kami optimis mampu berkompetisi dengan
perusahaan-perusahaan TIC global," katanya.

Tim PMO beranggotakan perwakilan setiap BUMN Jasa Survei, yang bertugas
menginisiasi, mulai dari level strategis hingga level pelaksana dalam
seluruh aspek pengelolaan dan bisnis perusahaan pada ketiga anggota Holding BUMN Jasa Survei. Tim Holding juga telah menyiapkan integrasi untuk cabang dan  laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kami mengimbau dapat saling memanfaatkan fasilitas operasional dan kesinambungan komunikasi  yang terjaga di tiap unit, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen," tegasnya.

Meskipun dari ketiga Jasa Survei ini terdapat perbedaan portofolio dan
kompetensi, serta adanya irisan di berbagai bidang, menurut Direktur
Operasi PT BKI (Persero) M Cholil dengan komunikasi dan kolaborasi yang
baik dapat mengeliminasi risiko. "Perlu dipahami holding ini bisa
menjadi potensi bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar."

Kementerian BUMN tengah menjalankan rencana pembentukan holding BUMN yang merupakan program menyatukan beberapa BUMN tertentu dengan karakteristik bisnis serupa. Tujuannya untuk memperbesar skala dan daya saing usaha serta meningkatkan kontribusi BUMN terhadap
pembangunan nasional. Program pembentukan holding di antaranya dilakukan Pemerintah terhadap BUMN klaster Jasa Survei. (N-2)

BERITA TERKAIT