03 May 2021, 17:42 WIB

BPS Mencatat Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 14,54%


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Indonesia mencapai 132,6 ribu kunjungan pada Maret 2021, atau naik 14,54% dari bulan sebelumnya yang hanya 115,8 ribu kunjungan.

Namun jumlah wisman pada Maret 2021 itu masih terlampau jauh dari jumlah wisman yang datang ke Tanah Air pada Maret 2020. Tercatat pada Maret 2020 sebanyak 1,311 juta wisman datang ke Indonesia. Itu artinya, terjadi penurunan jumlah wisman hingga 72,73% secara tahunan.

“Jadi meski sudah meningkat, tapi ini masih jauh lebih rendah dari posisi tahun sebelum-sebelumnya,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (3/5).

Dia memerinci, wisman yang datang ke Indonesia pada Maret 2021 mayoritas masuk melalui jalur darat yakni 59%, atau 78,9 ribu orang dari total kunjungan. Lalu jalur laut dilalui oleh 40,9 ribu orang, atau 31% dari total kunjungan wisman, dan 12,9 ribu orang atau 10% masuk melalui jalur udara.

Baca juga: Mudik Dilarang, Sriwijaya Air Minta Perhatian Pemerintah

Kedatangan mayoritas melalui jalur darat tersebut juga sejalan dengan kebangsaan wisman yang datang dari Timor Leste sebanyak 65,2 ribu orang, atau 49,2% dari total wisman. Diikuti wisman asal Malaysia sebanyak 41,1 ribu orang atau 31% dari total kunjungan, dan wisman asal Tiongkok sebanyak 8,5 ribu orang atau 6,4% dari total kunjungan. Sedangkan 13,4% atau 17,8 ribu orang berasal dari negara lain.

Setianto bilang, secara kumulatif, kunjungan wisman periode Januari hingga Maret 2021 tercatat 385.592 orang, atau mengalami penurunan hingga 85,45% dari periode yang sama di 2020 sebanyak 2,65 juta kunjungan.

Sementara itu tingkat penghunian kamar (TPK) pada Maret 2021 tercatat 36,07%, nail 3,83 poin dibandingkan Maret 2020. Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maka TPK Maret 2021 mengalami kenaikan 3,67 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Maret 2021 tercatat sebesar 1,65 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2020,” pungkas Setianto. (OL-4)

BERITA TERKAIT