03 May 2021, 07:45 WIB

Kuartal 1 2021, Bank KB Bukopin Merugi Rp167,1 Miliar


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PT  Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mencatatkan rugi bersih senilai Rp167,1 miliar di kuartal I-2021. Padahal, pada posisi yang sama tahun lalu, Bukopin masih mencatatkan laba bersih senilai Rp53,7 miliar.

Hal ini terjadi karena pendapatan bunga bersih merosot 68,78 %(yoy) senilai Rp182,01 miliar di Maret 2021, dibandingkan Rp582,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian dari selisih kurs membengkak menjadi Rp390,93 miliar dari dari Maret 2020 yang masih untung Rp21,52 miliar. Sehingga berpengaruh pada rugi operasional menjadi sebesar Rp215,88 miliar, dari laba operasional Rp90,49 miliar di Maret 2020

“Terkait kinerja keuangan, pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp24 triliun, sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan bank,” papar Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, dari rilis yang diterima, Minggu (2/5).

Total asset perusahaan menurun 19,84 persen (yoy) dari Rp100,80 triliun menjadi Rp80,8 triliun di kuartal I-2021. Dari sisi profitabilitas, Bukopin melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp4,7 triliun atau naik 175 persen dibandingkan Desember 2019.

Lebih lanjut, Bank KB Bukopin memberikan penjelasan atas perubahan signifikan pada pos aset dan liabilitas laporan keuangan perusahaan dan entitas anak.

Penjelasan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia nomor Kep-306/BEJ/07-2004 tentang Peraturan nomor IE pasal III.1.4, atas perubahan lebih dari 20% pada pos Aset dari liabilitas & laporan keuangan konsolidasian PT Bank KB Bukopin Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020.

Dari laporan keuangan KB Bukopin tercatat mengalami kerugian Rp3,25 triliun sepanjang tahun 2020. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp216 miliar.

Pos aset pada tanggal 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp76,76 triliun, lebih rendah Rp20,33 triliun (-20,27%) dibandingkan dengan laporan keuangan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Adapun penyebab atas perubah signifikan pada pos aset diantaranya disebabkan oleh, pertama, surat berharga turun sebesar Rp3,04 triliun (-33,56%) dibandingkan dengan laporan keuangan konsolidasian untuk periode akhir 31 Desembar 2019.

Kedua, Kredit yang Diberikan (KYD) secara totai mengalami penurunan sebesar Rp11,95 triliun (17,06%) dibandingkan dengan laporan keuangan konsolidasian untuk periode akhir 31 Desember 2019.

"Ini sebagai dampak atas Penurunan Outstanding KYD sebesar Rp5,58 triliun (-12,33%) dan peningkatan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) KYD sebesar Rp2,99 triliun (175,03%)," kata Rivan.

Kemudian, giro pada Bank Indonesia menurun sebesar Rp2,69 triliun (-85,71%) dibandingkan dengan laporan keuangan konsolidasian untuk periode akhir pada 31 Desember 2019. Selain itu, penempatan pada Bank Indonesa dan Bank Lain menurun sebesar Rp1,17 triliun (-24,09%) dibandingkan dengan.

Pos liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp71,47 triliun, lebih rendah Rp19,89 triliun (-21,77%).

"Adapun penyebab utama atas perubahan signifikan tersebut adalah karena banyaknya penarikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terjadi sebagai dampak dari wabah Covid-19. Atas masifnya penarikan dana tersebut DPK KB Bukopin menurun sebesar Rp36,77 Trilun (-45,5%) dibandingkan periode sebelumnya," kata Rivan. (E-1)

BERITA TERKAIT