03 May 2021, 07:00 WIB

Begini Strategi BRI Agro Kembangkan Pinang


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) yang ditugaskan  menjadi Digital Attacker BRI Group terus berbenah guna menunjang transformasi digital yang dilakukan Perseroan.

Anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tbk itu  pun terus berinovasi pada produk layanan digital yang dimiliki oleh BRI Agro yaitu Pinjaman Tenang (Pinang).

“Pinang merupakan pionir dari Digital Loan di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi face recognition, digital signature, dan plafond pinjaman yang mencapai Rp25 juta. Pinang  akan masuk  ke dalam ekosistem fintech untuk mengakselerasi peningkatan penetrasi di masyarakat saat persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat," ujar Direktur Retail Agri dan Pendanaan BRI Agro Sigit Murtiyoso dalam keterangan tertulisnya. 

Inovasi terbaru Pinang adalah pada Credit Scoring Engine mampu meningkatkan Approval Rate yang memungkinkan nasabah Pinang untuk mendapatkan plafond pinjaman yang lebih fleksibel, untuk memudahkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan.

Sigit menjelaskan persiapan perseroan dalam memasuki persaingan digital sudah digarap sejak  2018, yaitu melalui produk pinjaman digital yang disebut Pinjam Tenang (Pinang). Pinang adalah pinjaman berbasis digital yang merupakan produk pinjaman berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang dimiliki oleh Bank. 

Aplikasi Pinang sudah sepenuhnya digital dengan sistem verifikasi digital, digital scoring dan tanda tangan digital. Pinang sudah 100% digital end to end process, tanpa perlu tatap muka, tanpa perlu tanda tangan basah, dan tanpa perlu datang kantor BRI Agro. 

"Pada 2020 lalu , total pencairan Pinang mencapai Rp70,6 miliar dan disalurkan kepada 18.069 debitur,” tambah Sigit. 

Sigit mengatakan bahwa modernisasi Pinang pada Credit Scoring Engine menghasilkan pertumbuhan yang masif. Penyaluran kredit Pinang saat ini mencapai Rp500 juta  dalam satu hari. Untuk kedepannya Pinang bersama mitra strategis akan menyiapkan program menarik sehingga diharapkan tercipta Brand Engagement antara masyarakat dengan produk Pinang yang dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi masyarakat dan BRI Agro. 

"Pinang akan kami akselerasi didalam ekosistem Fintech dan Gig economy dalam rangka menciptakan infrastruktur digital bagi pekerja di sektor Gig economy,” tandasnya.

Selain melakukan pengembangan produk melalui pinjaman digital, BRI Agro  juga melakukan partnership dengan ekosistem yang berada di industri keuangan digital yaitu fintech

Kerjasama dengan Fintech yang sudah dilakukan adalah dengan Investree, Modal Rakyat, Payfazz, TaniHub, dan lainnya  akan terus dilanjutkan.  Kolaborasi melalui partnership semacam itu berhasil membuat  total disbursement melalui partnership mencapai  Rp.215 miliar.

“Aplikasi Pinang diharapkan dapat menjadi produk digital lending pilihan masyarakat, di antara sekian banyak produk fintech lain karena keunggulan pada kecepatan pencairan, keamanan data konsumen, dan bebas dari biaya admin dan biaya tambahan lain,” tutup Sigit. (RO/E-1) 
 

BERITA TERKAIT