02 May 2021, 16:22 WIB

Ekonom: Pembagian THR Pacu Pertumbuhan Ekonomi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

CENTER of Reform on Economics (Core) menilai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) erat kaitannya dengan konsumsi rumah tangga.

Dengan bertambahnya pendapatan yang siap dibelanjakan, hal ini diyakini menstimulus beragam kelompok masyarakat untuk melakukan konsumsi pada periode Lebaran.

"Kondisi ini tentu akan ikut memengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021. Artinya, peluang pertumbuhan ekonomi mulai masuk ke level positif, akan semakin membesar," jelas ekonom Core Yusuf Rendi kepada Media Indonesia, Minggu (2/5).

Baca juga: Menkeu Pastikan Kebijakan THR Sama Seperti Tahun Lalu

Namun, seberapa besar dampak THR akan dipengaruhi hal lain. Seperti, dinamika harga kebutuhan pokok dan proporsi bantuan pemerintah, terutama di kuartal II 2021.

Senada, ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan menilai momentum perbaikan ekonomi ini seharusnya diiringi kebijakan sektor swasta. Khususnya, memberikan hak pegawai dalam bentuk THR.

Baca juga: Posko THR Sudah Ada di 34 Provinsi

"Indeks PMI Manufaktur yang sudah berada di level ekspansi, menunjukkan perbaikan. Ini menjadi salah satu sinyal membaiknya sektor industri atau swasta di Indonesia," tutur Fajar.

Sementara dari sisi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Fajar berpendapat mengalami perbaikan dalam beberapa bulan terakhir. Pembagian THR pun dianggap dapat mendorong optimisme konsumen.

Dalam Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia pada Maret 2021, mengindikasikan berlanjutnya perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Hal ini seiring dengan adanya program vaksinasi covid-19. IKK pada Maret 2021 sebesar 93,4, atau meningkat dibandingkan Februari dan Januari dengan skor masing-masing 85,8 dan 84,9.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT