02 May 2021, 13:45 WIB

PHK Tingkatkan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KETUA Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengungkapkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di kota menyebabkan peningkatan tenaga kerja di sektor pertanian perdesaan.

Berdasarkan data pihaknya, tercatat peningkatan kerja pada pertanian pada 2019 sebesar 27,53%, lalu bertambah menjadi 29,76% pada 2020.

"Ini berarti sektor pertanian menjadi bantalan yang terbukti efektif menyerap tenaga kerja meskipun situasi pertumbuhan ekonomi tidak positif,” kata Henry dalam keterangan resmi, Minggu (2/5).

Henry menuturkan, akibat pandemi, setahun belakangan ini berdampak besar bagi sektor ketenagakerjaan, tidak terkecuali buruh di wilayah perkotaan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia per Agustus 2020 menyebutkan terdapat 29,12 juta orang atau 14,28% penduduk usia kerja yang terdampak dari pandemi covid-19. Dari total penduduk yang terdampak, sekitar 70% di antaranya dilaporkan merupakan penduduk yang berada di wilayah perkotaan.

Dengan terjadi peningkatan kerja di sektor pertanian, Henry menegaskan, seharusnya hal ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengubah kebijakan untuk memperkuat sektor-sektor yang tumbuh positif dan mampu bertahan seperti di sektor pertanian.

“Idealnya para buruh ini tidak hanya menjadi pekerja melainkan ikut memiliki bagian dari apa yang dikerjakannya," jelasnya.

Di satu sisi, SPI menilai peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini harus menjadi momen untuk memperkuat solidaritas antara buruh dan petani yang ada di Indonesia.

“Dalam kerja sama ekonomi misalnya, solidaritas antara buruh dan petani harus diperkuat dan diperbanyak. Konkretnya ini melalui gerakan koperasi buruh bersama koperasi petani, baik itu dalam pendidikan maupun pembentukan usaha bersama,” tutur Henry. (E-3)

BERITA TERKAIT