02 May 2021, 13:08 WIB

Investor Pantau Data Inflasi, PMI Manufaktur dan Pertumbuhan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (30/4) ditutup melemah, di level 5.995,61 (-0,28%). Pelemahan didorong oleh sektor keuangan (-0 99%) dan perdagangan (-0,63%).

IHSG ditutup melemah mengikuti pelemahan bursa Asia yang masih dibayangi kekhawatiran akan kasus covid-19 dari India. IHSG diprediksi masih melanjutkan pelemahan pada rentang 6.052-5.975. Pergerakan indeks masih dibayangi kekhawatiran kasus covid-19 dari India.

Selain itu kinerja keuangan emiten yang baru dirilis secara rata-rata di bawah ekspektasi. Sebab dari laporan keuangan yang telah rilis, terjadi perlambatan kinerja emiten perbankan di kuartal I-2021.

Merujuk data RTI, selama sepekan terakhir investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp578,4 miliar. Saham perbankan BBRI menjadi yang paling banyak dijual asing selama sepekan, mencapai Rp738,4 miliar.

Aksi jual bersih oleh investor asing dilanjutkan pada saham TLKM dan ASII sebesar Rp569,3 miliar dan Rp278,9 miliar. "Investor akan mencermati data inflasi, PMI Manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021," kata analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Minggu (2/5).

Merujuk pada laporan Bursa Efek Indonesia, pada pekan terakhir April 2021 atau selama periode 26-30 April 2021, rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan yaitu sebesar 13,16% menjadi Rp9,796 triliun dari Rp8,657 triliun pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi 0,87% terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan menjadi 905.671 kali transaksi dari 897.876 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar bursa pada pekan akhir April 2021 terkoreksi turun sebesar 0,35%, menjadi Rp7.096,123 triliun dari Rp7.121,391 triliun pada pekan yang sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa turut terkoreksi 0,7% menjadi 14,662 miliar saham dari 14,765 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Data investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp186,27 miliar, sedangkan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp8,319 triliun.

Dua obligasi resmi dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini, pada Rabu (28/4) PT Bussan Auto Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp1,23 triliun.

Selanjutnya pada Kamis (29/4) PT Bank Mandiri Taspen turut menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2 triliun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang 2021 adalah 28 emisi dari 22 Emiten senilai Rp32,93 triliun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 480 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp435,79 triliun dan US$47,5 juta, yang diterbitkan oleh 128 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 145 seri dengan nilai nominal Rp4.215,27 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,8 triliun. (E-3)

BERITA TERKAIT