26 April 2021, 19:40 WIB

Alternatif Berinvestasi ,Reksa Dana Saham Pasif Lebih Cuan


Media Indonesia.com | Ekonomi

MASYARAKAT dapat memilih model reksa dana pasif sebagai pilihan berinvestasi memanfaatkan booming pasar modal. 

“Kami melihat adanya kebutuhan bagi investor untuk berinvestasi pada reks adana saham pasif,” terang  Presiden Direktur Syailendra Capital, Fajar R Hidayat. 

Syailendra memiliki dua prodouk reksa dana pasif atau yang juga disebut reksadana indeks.  

Pertama, Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI). Reksa dana indeks ini mengacu pada indeks MSCI Indonesia Value Index yang berisi saham-saham undervalued. Tapi akan menjadi the rising star dalam jangka panjang. 

Hasilnya, tiga bulan terakhir (cutoff date 30 Desember 2020), SMSCI mencatatkan yield 27,3% di tiga bulan terakhir dan 26,7% di enam bulan terakhir. 

Kedua, Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Fund. Passive Fund yang bertanggungjawab secara lingkungan dan sosial Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Fund adalah reksa dana indeks yang berinvestasi pada saham-saham dengan skor ESG yang baik dan bertujuan untuk memperoleh imbal balik yang menarik dalam jangka panjang. 

Reksa dana juga termasuk reksa dana indeks ETF sehingga investor dapat memperdagangkannya kapan saja karena tidak perlu menunggu NAB harian.  

Fajar melanjutkan, reksa dana ini memiliki mandat utama yaitu berinvestasi pada efek saham sesuai dengan bobot indeks yang ingin direplikasi. Tujuan utama dari reksa dana ini adalah untuk memberikan tingkat imbal hasil yang menyerupai indeks acuannya.
 
Hal ini berbeda dengan reksa dana aktif. Tujuan utamanya adalah untuk mengalahkan indeks acuan sehingga investor memiliki eksposur risiko yang lebih tinggi terhadap manajer investasi.(RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT