24 April 2021, 21:15 WIB

Pengembangan Usaha Syariah Melibatkan Peran Perempuan


Mediaindonesia.com | Ekonomi

BANK  Indonesia (BI) terus mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Hal ini termasuk dengan mendorong inklusi keuangan bagi 130 juta penduduk yang masih belum terjangkau akses perbankan, lewat pengembangan layanan bank syariah pelat merah PTBank Syariah Indonesia Tbk. (BSI)

Hal itu ditegaskan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia dalam sambutannya pada webinar BSI dalam rangka Hari Kartini 21 April  lalu.

Nara sumber webinar adalah Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi, Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia, pimpinan Baznas Saidah Sakwan, Deputy Director Business Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum, serta Desainer penerima penghargaan Ibu Negara Kartini Award Amy Atmanto yang juga Pembina indistri kreatif dan Pengurus Pusat MES ( Masyarakat Ekonomi Syariah). 

Menurut Destry, pasar keuangan syariah di Indonesia terus berkembang, tidak hanya melalui perbankan syariah, tetapi juga melalui pasar modal, bahkan fintech syariah.   "Bank Indonesia (BI) terus melakukan pemberdayaan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia salah satunya melalui pemberdayaan perempuan, "tegasnya. 

Berbagai program sinergi pengembangan usaha syariah yang dilakukan BI bersama stakeholders ditempuh dengan melibatkan peran perempuan. 

Destry menyebut, saat ini perkembangan ekonomi syariah secara global terus meningkat. Berdasarkan laporan Refinitiv dan ICD, aset keuangan syariah global diproyeksi naik dari US$ 2,8 triliun pada 2019 menjadi US$ 3,69 triliun pada 2024 mendatang. Pertumbuhan aset keuangan syariah global ini dipastikan juga terjadi di Indonesia. Pertumbuhan yang pesat ini juga dilakukan melalui pemberdayaan perempuan. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan  BSI sebagai bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik BUMN juga memiliki jumlah pegawai perempuan cukup banyak. Dari total hampir 20 ribu karyawan BSI, sekitar 40% di antaranya adalah perempuan. "Porsi senior management perempuan 20% dan porsi BOD sudah 20% wanita,” kata Hery.  

Karena itu pula, lanjutnya, peran perempuan semakin diperhitungkan di Tanah Air baik dari sisi bisnis maupun keuangan, termasuk di perbankan syariah secara umum dan BSI khususnya. Partisipasi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di perekonomian, sosial, maupun politik, lanjut dia, bukan karena belas kasihan atau kuota yang ditetapkan oleh pemerintah atau unit usaha, namun karena kemampuan dan profesionalitas kaum wanita.

Mimpi jadi Unicorn
Dalam paparannya, Amy Atmanto menyampaikan mimpinya tentang Unicorn Modest Fashion Moslem Indonesia yang dilirik dunia.  Amy memamparkan belanja modest fashion ranking dunia terbesar saat ini  adalah Turki dengan total belanja US$29 miliar, UAE dengan spending US$23  miliar  diurutan kedua dan Indonesia dengan total spending US$21 miliar  diurutan ke 3. 

Pelaku Modest Fashion Indonesia harus terus berinovasi sehingga mampu menarik minat para angel investor agar tidak hanya berinvestasi pada start up dibidang aplikasi teknologi saja.

”Kita berharap prospek industry modest fashion di Indonesia dapat direalisasikan sampai munculnya unicorn modest fashion moslem Indonesia pungkas Amy yang juga pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Indonesia (MES).

Sebelumnya Menteri Keuangan selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Sri Mulyani secara terpisah menyampaikan peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB yang sangat besar dengan potensi kontribusi Contoh wujud nyata adalah  di sektor UMKM, sebesar 53,76% UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97% karyawan adalah perempuan, dengan kontribusi terhadap perekonomian cukup besar yaitu 61%.(RO/E-1)

BERITA TERKAIT