22 April 2021, 22:36 WIB

Blok Cepu Disebut Memproduksi Minyak Terbesar di RI


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan, produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai 210 ribu barel per hari (mbopd) pada 2020 atau sekitar 30% produksi minyak nasional.

Dengan produksi sebesar itu, Blok Cepu disebut menempatkan diri menjadi produsen minyak nasional terbesar di Indonesia. ESDM mengemukakan, Blok Cepu akan menyumbangkan pendapatan kepada negara sekitar US$45 Miliar di harga minyak sekitar US$70 per barrel selama jangka waktu Kontrak Kerja Sama (KSK).

"Capaian produksi minyak Lapangan Banyu Urip merupakan prestasi yang membanggakan yang bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 20% dengan fasilitas yang ada dan bisa dilakukan dengan aman," ujar Arifin dalam keterangannya saat melakukan kunjungan kerja ke blok minyak tersebut, Kamis (22/4).

Pihaknya menjelaska, lroduksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui fasilitas produksi awal yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20 mbopd pada Agustus 2009. Produksi minyak itu dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 80 mbopd pada saat dimulainya start-up di 2015.

Kemudian, Blok Cepu dilaporkan memproduksi sebanyak 165 mbopd dan terus berkembang hingga mencapai 235 mbopd dengan tetap mempertahankan operasi yang aman.

ESDM menilai, biaya pengembangan Blok Cepu murah, yaitu US$4,5/barrel, jika dibandingkan rata-rata industri sebesar US$15/barrel. Untuk biaya produksi blok tersebut senilai US$2,9/barrel pada tahun 2019 dan sekitar USD1,9/barrel pada tahun 2020, termasuk salah satu biaya terendah di Indonesia.

Adapun fasilitas lapangan Banyu Urip saat ini meliputi 3 wellpad dengan 29 sumur produksi dan 16 sumur injeksi dan 1 sumur produksi di lapangan Kedung Keris terhubung ke wellpad.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ampolex Cepu Pte Ltd., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah, PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di bawah KKS Cepu.

ExxonMobil dikatakan memegang 45% dari total saham partisipasi Blok Cepu sisanya PEPC 45% dan BUMD 10%. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035. Sebuah Perjanjian Operasi Bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) telah ditandatangani oleh pihak-pihak kontraktor, dimana ExxonMobil berperan sebagai operator dari KKS Cepu mewakili para Kontraktor. (OL-8)

BERITA TERKAIT