20 April 2021, 17:19 WIB

Wah, Transaksi QRIS Bisa Sampai Rp5 Juta


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) memperkuat kebijakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien. Itu dengan meningkatkan limit transaksi QRIS dari Rp2 juta menjadi Rp5 juta.

Kebijakan anyar itu berlaku mulai 1 Mei 2021. Tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS juga diturunkan dan berlaku sejak 1 Juni 2021. Untuk merchant kategori Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO), turun dari 0,7% menjadi 0,4%.

"Hal ini melihat perkembangan transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai, termasuk digital payment tumbuh positif. Disertai pesatnya digitalisasi ekonomi dan keuangan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/4). 

Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%

Lebih lanju, dia menjelaskan Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Maret 2021 mencapai Rp782,7 triliun atau tumbuh 7,61% (yoy). Di sisi lain, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, Kartu Debet dan Kartu Kredit pada Maret 2021 tercatat Rp668,7 triliun. Capaian itu tumbuh 9,58% (yoy), sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi.

"Transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi, sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring. Meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking," papar Perry.

Pertumbuhan itu tercermin dari nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Maret 2021 sebesar Rp21,4 triliun, atau tumbuh 42,46% (yoy). Volume transaksi digital banking juga terus meningkat. Pada Maret 2021, tumbuh 42,47% (yoy) dan mencapai 553,6 juta transaksi.

Baca juga: Transaksi UMKM Pengguna QRIS Capai Rp1,1 Triliun

Lalu, nilai transaksi digital banking tumbuh 26,44% (yoy), atau mencapai Rp3.025,6 triliun. Mempertimbangkan akseptasi masyarakat, meningkatnya preferensi dan tren digitalisasi, serta perluasan ekosistem digital, BI terus mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital. Seperti, pengembangan fitur QRIS.

"Sosialisasi dan edukasi terkait QRIS terus diperkuat dari sisi supply dan demand," imbuhnya.

Sebagai persiapan menyambut Lebaran, Bank Sentral memastikan kesiapan operasional, kelancaran, keamanan dan keandalan sistem pembayaran. Baik yang diselenggarakan Bank Indonesia maupun penyelenggara jasa sistem pembayaran. Serta, mendorong penggunaan transaksi nontunai yang cepat dan mudah.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT