19 April 2021, 21:09 WIB

Sandiaga Sambut Positif Proyek Bukit Algoritma 'Silicon Valley' RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik proyek pembangunan Bukit Algoritma di kawasan ekonomi khusus (KEK) Cikidang, Sukabumi Jawa Barat, yang bakal disulap seperti Silicon Valley versi Indonesia.

Dia berpendapat, dengan adanya investasi khusus di bidang teknologi yang berkaitan dengan digital atau kecerdasan buatan (artificial intelligence), diharapkan menghasilkan produk teknologi yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Daya pandangnya positif. Di saat sulit ini ada investor ingin berinvestasi Rp18 Triliun, tentu harus kita apresiasi," kata Sandiaga dalam Media Briefing secara virtual, Senin (19/4)

Di satu sisi, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta pihak yang menggarap proyek tersebut memperhatikan aspek lingkungan dan sosial atas pembangunan proyek Bukit Algoritma itu.

Sandiaga juga meminta agar status dari KEK Cikadang itu jelas, dan proses pengadaan lahan seluas 888 hektare yang dibidik sebagai tempat proyek itu nantinya tidak bermasalah.

"Ada beberapa data yang harus dikonkretkan. Harus disediakan dan harus diserahkan ke Dewan KEK agar proses ini bisa dikaji, masuk ketingkatan selanjutnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya Budiman Sudjatmiko selaku penggagas proyek Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko menegaskan pihaknya serius membangun investasi tersebut. Ia mengatakan, pihaknya melibatkan para inovator dan investor di berbagai bidang.

"Ini bukan gimik, karena sumber daya manusia peneliti dan inovatornya sudah banyak kami kumpulkan sejak 2018, tiga kampus besar Institute Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Padjajaran sudah MoU dengan kami untuk riset," jelas Budiman kepada Media Indonesia, Kamis (15/4).

Ketiga kampus tersebut, lanjut Politisi PDI Perjuangan itu akan diberikan masing-masing 25 hektare lahan untuk mengembangkan riset, mulai dari pertanian, kesehatan, energi terbarukan, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes dan lainnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT