19 April 2021, 17:54 WIB

Indeks Dolar AS Melandai, Rupiah Menguat


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PADA perdagangan Senin (19/4), rupiah ditutup menguat 17 poin di level Rp14.548 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp14.565 per dolar AS. 

Indeks dolar AS mendekati level terendah dalam satu bulan terakhir, yakni 91,19. Imbal hasil obligasi dolar tenor 10 tahun juga melandai di dekat level terendah dalam lima minggu, yaitu 1,56%.

"Ini terjadi setelah Bank Sentral AS atau The Fed menegaskan kembali pandangannya bahwa setiap lonjakan inflasi kemungkinan bersifat sementara," ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (19/4).

Baca juga: Jaga Nilai Tukar Rupiah, BI Perlu Tahan Suku Bunga

Lalu, ada kekhawatiran investor terhadap kasus covid-19 yang terus meningkat secara global. Apalagi kasus kematian global akibat covid-19 sudah mencapai 3 juta orang. Distribusi vaksin covid-19 yang lebih lambat dari ekspektasi dan lonjakan strain mutan covid-19, juga masih mengkhawatirkan.

Di sisi, Bank Sentral Eropa akan merilis hasil kebijakan moneter pada akhir pekan ini. Kemudian, Bank of Australia akan merilis kebijakan moneter pada Selasa waktu setempat.

Dari internal, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang diterapkan pemerintah sejak 9 Februari 2021, tidak serta merta menghentikan proses pemulihan ekonomi.

"Namun, dari sini titik balik proses pemulihan dimulai," imbuh Ibrahim.

Baca juga: Lindungi Hak Pekerja, Kemnaker Luncurkan Posko THR

Dengan meredanya kasus covid-19 karena kebijakan PPKM, perekonomian justru secara bertahap kembali pulih. Pemerintah dikatakannya harus mengutamakan pengendalian pandemi terlebih dahulu. Hal ini juga yang kerap digaungkan Presiden Joko Widodo.

"Selama dua bulan terakhir, kasus covid-19 terus menurun. Setelah sempat mengalami peningkatan tinggi hingga belasan ribu kasus per hari. Sekarang jumlah kasus baru mereda hingga 4 ribuan. Penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan PPKM skala mikro," paparnya.

Lebih lanjut, dia menyoroti proses pemulihan ekonomi yang masih berlanjut. Beberapa indikator juga mengonfirmasi hal tersebut. Misalnya, indeks PMI selama tiga bulan terakhir berada di zona ekspansi. Lalu, penjualan kendaraan motor juga mengalami peningkatan.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT