16 April 2021, 22:07 WIB

Mendag Sebut Kinerja Ekspor Maret 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KINERJA ekspor Indonesia pada Maret 2021 disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu turut didorong oleh capaian ekspor non migas yang meningkat signifikan dan mencerminkan ekspansi industri pengolahan nasional.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/4). "Ekspor secara kumulatif memang tertinggi sejak Agustus, tapi untuk ekspor non migas di bulan Maret ini tertinggi dalam sejarah, terutama pasca krisis 1998," ujarnya.

Pernyataannya itu menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (15/4) yang menyatakan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$18,35 miliar, lebih tinggi dari total nilai impor yang sebesar US$16,79 miliar. Dus, pada Maret 2021 neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$1,57 miliar.

Dari data BPS pula tercatat nilai ekspor migas pada Maret mencapai US$910 juta dan ekspor non migas menyetuh US$17,54 miliar. Ekspor non migas itu tercatat mengalami kenaikan 21,21% dibanding ekspor non migas Februari 2021 bahkan naik 30,07% dari Maret 2020.

Baca juga : Utang Terkendali, Pemerintah Harus Tetap Hati-hati

Lutfi berharap pencapaian baik di Maret 2021 itu dapat menjadi landasan bagi kinerja perdagangan nasional di bulan-bulan berikutnya. "Pertumbuhan yang baik pada Maret ini akan menjadi landasan pacu untuk bisa lebih tinggi perekonomiannya," tuturnya.

Sejalan dengan kinerja ekspor yang positif, Lutfi mengatakan, kinerja impor pada Maret 2021 juga mengindikasikan kembali bergeliatnya industri manufaktur Tanah Air. Sebab, terjadi peningkatan nilai impor bahan baku yang signifikan.

"Ini memberikan sinyal bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh jauh lebih baik," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT