15 April 2021, 09:08 WIB

Perkuat Posisinya, Bank Jago Luncurkan Aplikasi Digital


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Bank Jago Tbk makin mengukuhkan posisinya sebagai bank digital.  Bank Jago hari  ini meluncurkan sebuah aplikasi yang membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih simple, kolaboratif dan inovatif.

Dengan desain aplikasi yang berorientasi pada kehidupan, termasuk fitur-fitur kolaboratif yang sangat unik dalam layanan keuangan, nasabah bisa fokus menikmati hidup sepenuhnya bersama keluarga dan teman-teman.

Peluncuran aplikasi ini adalah tonggak penting pencapaian aspirasi Jago untuk meningkatkan kesempatan tumbuh jutaan [nasabah] melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan. 

Life-centricity adalah kata kuncinya,” kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar dalam keterangannya.

Kharim menjelaskan setiap orang memiliki mimpi dan aspirasi yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari hari. Upaya mewujudkan mimpi dan aspirasi tentu penting untuk didahulukan, sementara uang menjadi alat pendukung untuk mencapai tujuan tersebut.

 “Itu sebabnya kami mengutamakan aspek penting apa yang menjadi kebutuhan nasabah. Dan itulah mengapa kami melihat aplikasi Jago sebagai life-centric finance solution. Kami memandang pengelolaan uang bisa lebih sederhana, kolaboratif, dan inovatif. Cara mengelola keuangan seperti ini menempatkan aspek Hidup sebagai prioritas utama dan Keuangan sebagai prioritas selanjutnya,” kata Kharim

Semua ini tercermin dalam fitur baru aplikasi Jago. Direktur Digital Banking Peter van Nieuwenhuizen mengataan pihaknya banyak mendengar konsumen menginginkan hal-hal sederhana dalam mengalokasikan uang untuk tujuan yang berbeda. Misalnya belanja, transportasi, biaya pendidikan anak, hiburan dan tabungan jangka panjang. 

"Itu sebabnya kami memperkenalkan fitur Kantong (pockets) yang memungkinkan nasabah Jago dapat mengatur Kantong yang berbeda-beda untuk masing-masing tujuan. Nasabah juga dapat memindahkan uang di antara Kantong dengan sangat mudah, aman dan nyaman, dalam hitungan detik,” kata Peter. 

Ia mengatakan kantong-kantong itu merupakan  bentuk digital dari sistem amplop yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.

Nasabah dapat membagi Kantong tertentu dengan keluarga atau teman, sehingga memungkinkan terjadi kolaborasi finansial. 

Misalnya, sekelompok teman menabung bersama untuk suatu perjalanan; komunitas dapat patungan arisan; keluarga juga dapat diberi akses ke Kantong yang diinginkan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Ekosistem Digital
Dengan mengadopsi teknologi modern, Jago mampu menghadirkan fitur-fitur yang inovatif. Sejak awal, Jago didirikan sebagai bank berbasis teknologi yang mampu tertanam dalam ekosistem digital. 

“Kami membangun solusi inovatif ini dari nol dengan mengoptimalkan teknologi paling terkini. Adopsi teknologi memungkinkan kami berinovasi dengan cepat, dan juga membuat sistem kami sangat fleksibel, adaptif dan aman,” Kharim menambahkan.

Teknologi modern Jago juga memfasilitasi integrasi yang cepat dan aman dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan APIs. Jago telah menjalin kemitraan strategis dengan Gojek, aplikasi layanan on-demand terdepan di ekosistem digital Indonesia, yang diumumkan Desember tahun lalu. 

“Saat ini integrasi produk antara Jago dan Gojek telah berada di tahap lanjut. Layanan ini akan tersedia dalam waktu singkat, setelah semua prosesnya rampung,” kata Kharim. 

Peter menjelaskan integrasi ini akan berkontribusi besar dalam menghadirkan kenyamanan bagi konsumen dan mengatasi persoalan sehari-hari yang sering dihadapi nasabah bank serta pengguna uang elektronik. Kami melihat kolaborasi dengan berbagai mitra digital ekosistem akan membawa kenyamanan bagi konsumen, sekaligus mewujudkan konsep life centricity.

“Dengan mengintegrasikan layanan keuangan Jago ke berbagai pemenuhan kebutuhan [gaya] hidup sehari-hari, konsumen bisa lebih fokus pada hal-hal paling penting dalam hidup mereka. Hal ini juga akan berkontribusi positif pada inklusi keuangan, dan literasi keuangan, serta memperkuat fondasi ekonomi digital di Indonesia,” imbuh Peter.

Kharim optimis aplikasi Jago dapat membantu nasabah dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi besarnya dengan memaksimalkan teknologi. Terlebih, dalam dua tahun terakhir, masyarakat kita semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. 

"Kami percaya vaksinasi massal COVID-19 akan memicu pertumbuhan ekonomi. Dengan konteks ini, kami meyakini peningkatan penggunaan layanan keuangan digital akan berlanjut setelah pandemi. Kami merasa aplikasi Jago hadir tepat waktu. Dengan segala keunikan dan fitur fitur inovatif yang dihadirkan aplikasi Jago, kami memampukan konsumen  bisa menikmati hidup sepenuhnya, bersama keluarga dan teman-teman mereka. Sekarang, untuk masa depan dan bersama-sama” tutup Kharim. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT