14 April 2021, 23:27 WIB

Pelni Bantah Pencopotan Pejabat Akibat Penceramah Radikalisme


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEPALA Kesekretariatan Perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni Opik Taufik membantah soal pemecatan pejabat dua pejabat atas polemik pengajian ramadhan di lingkup kantor perseroan tersebut.

Apa yang disampaikan oleh Opik soal bantahan itu berbeda dari apa yang dicuitkan Komisaris Independen Pelni Kristia Budiyarto alias Kang Dede beberapa waktu lalu di sosial medianya soal adanya pejabat Pelni yang dihentikan.

"Kami secara korporasi meminta maaf dengan kejadian yang kemarin, kami klarifikasi bahwa terkait isu tentang pencopotan itu memang tidak ada," ungkapnya di kawasan Menteng, Rabu (14/4).

Meski demikian, Opik mengakui pihaknya mengadakan pengajian dengan mengundang penceramah yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan keagamaan itu dikatakan digelar sekali dalam sepekan.

"Kami mengundang manajemen dan pengurus yang melaksanakan kegiatan tersebut dan pengurus sudah klarifikasi. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan hanya ada kelalaian perizinan saja," jelasnya.

Sebelumnya, dari cuitan akun sosial media Kang Dede menyebut, pemberhentian pejabat Pelni menjadi peringatan bagi insan BUMN. Hal itu dianggap untuk mengantisipasi pegawai BUMN yang terlibat dalam paham radikalisme.

"Pejabat yg terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah DICOPOT.Ini pelajaran sekaligus warning (peringatan) kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus," tulisnya beberapa waktu lalu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT