14 April 2021, 22:26 WIB

Pengusaha Siap Sukseskan Peluang Investasi Dagang RI-Jerman


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KETUA Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengaku siap membantu peluang investasi Indonesia-Jerman. Hal itu disampaikan lewat pameran industri Hannover Messe 2021: Digital Edition yang dikemas dalam Indonesia-German Business Forum.

Menurut Rosan, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Jerman perlu dipererat karena Jerman dianggap memiliki keuangan yang stabil di Eropa. Kedua negara pun juga termasuk dalam G20.

“Kami siap membantu sebisa mungkin dengan harapan sektor industri di Indonesia memiliki kompetensi yang tinggi di pasar dunia dan bisa menjadi bagian global supply chains," ujar Rosan dikutip keterangan pers Kementerian Perindustrian, Rabu (14/4).

Menurutnya, dengan ajang internasional, akan memberikan Indonesia kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan teknologi industri yang dimiliki.

"Juga dapat menarik foreign direct investment (FDI), dan juga memperluas pasar ekspor produk industri Indonesia. Nantinya, ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman Asia Pacific Committee of German Business (APA) Joe Kaeser mengaku pihak Jerman mendukung penyelesaian

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia—European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA) dalam program Making Indonesia 4.0.

“Roadmap tersebut merupakan peta jalan berfokus industri yang paling relevan dengan memprioritaskan teknologi,” ucap Kaeser.

Dijelaskan, masing-masing negara punya fokus dan spesialisasi berbeda. Misalnya Jerman dengan industri berteknologi tinggi, sedangkan Indonesia fokus pada akselerasi penerapan teknologi industri melalui Making Indonesia 4.0.

Saat ini, diketahui sekitar 252 proyek investasi Jerman di Indonesia dengan nilai sekitar US$128 juta. Proyek investasi Jerman di Indonesia tersebut masih didominasi sektor-sektor perdagangan dan reparasi pendidikan, hotel dan restoran, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, serta industri kimia  dasar, barang kimia serta farmasi. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT