14 April 2021, 17:26 WIB

65% Penukaran Uang Baru Berada di Jawa


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BANK Indonesia memproyeksikan penyediaan uang kartal layak edar untuk penukaran pada periode Ramadan hingga Idul Fitri mencapai Rp152,14 triliun. Dari nilai pengadaan uang kartal layak edar tersebut, wilayah Jawa akan menjadi kawasan yang memiliki kebutuhan penukaran tinggi.

Dari hitungan bank sentral, kebutuhan penukaran uang baru di wilayah Jawa akan mencapai 65% dari kebutuhan nasional di periode Ramadan dan Idul Fitri. "Untuk wilayah kebutuhan tertinggi di Jawa Barat, sampai Rp12,21 triliun. Sementara wilayah terendah untuk kebutuhan uang kartal selama periode Ramadan-Idul Fitri yaitu Papua Barat dengan proyeksi terendah Rp0,32 triliun," jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media secara virtual, Rabu (14/4).

Penukaran uang kartal baru mulai dilakukan sejak 12 April 2021 hingga 11 Mei 2021. Layanan penukaran dapat dilakukan di 4.608 kantor cabang dari 107 bank yang ada di Indonesia.

Pelayanan penukaran uang kartal baru itu tidak dilakukan BI maupun perbankan secara individual, melainkan wholesale. "Kenapa wholesale? Karena kami mencegah menghindari terjadinya klaster atau dampak pandemi di sektor perbankan. Jadi protokol kesehatan betul-betul diterapkan dengan cara mengurangi kerumumunan khususnya dalam penukaran uang ini," terang Marlison.

Komposisi uang kartal itu akan terdiri dari pecahan uang besar (Rp100 ribu dan Rp50 ribu) senilai Rp137 triliun dan pecahan uang kecil (Rp20 ribu ke bawah) senilai Rp15,2 triliun. Proyeksi penyediaan uang kartal layak edar dari tahun sebelumnya didasari pada pertimbangan beberapa faktor seperti indikator perekonomian nasional yang membaik beberapa waktu terakhir. (OL-14)

BERITA TERKAIT