13 April 2021, 09:39 WIB

Makassar New Port Harus Jadi Hub Untuk Pacu Ekspor


Lina Herlina | Ekonomi

PELAKSANA tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menginginkan daerahnya menjadi  hub alias tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang. Tidak seperti selama ini hanya sebatas nama.

Hal itu disampaikannya usai meninjau Makassar New Port (MNP) yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk menunjang tol laut, khususnya di kawasan timur Indonesia yang progres pembangunannya per 6 April sudah 67,25 persen.

"Tahap satu, sayap kiri sudah beroperasi. Sudah bisa masuk 10 ribu kontainer per bulan. Dan ini rencananya masih diekspan lagi untuk kawasan industri, energi dan sebagainya. Paling tidak, MNP ini menjadi terbesar, dan nanti sesuai harapan kita, bukan lagi semuanya dikerjakan di Surabaya, tetapi di Makassar, di Indonesia Timur ini. Jadi sebenar-benarnya hub, bukan hanya nama," urai Andi Sudirman, Selasa (13/4),

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prasetyadi menambahkan dengan MNP yang sudah digunakan untuk ekspor perdana Senin (12/4) diharapkan volume ekspor dari 1.488 ton bisa naik atau terus meningkat dan semakin banyak.

"Saat ini di Makassar masih 5 persen ekspor impornya. Nanti kita harapkan bisa lebih meningkat lagi. Dengan kehadiran MNP kapal besar bisa masuk. Kapal ini panjangnya 300 meter. Nanti bisa sampai 400 meter lagi. Itu kita bisa tampung. Dan cuma dua pelabuhan yang bisa, yaitu Jakarta dan Makassar ini. Karena Surabaya belum bisa, terhalang kedalaman," terang Prasetyadi, sembari menunjuk sebuah kapal besar Spil Nirmala Tanjung Priok yang sedang melakukan bongkar muat barang.

Saat ini, MNP memiliki panjang 362 meter dan melayani 680 call kapal. Rencananya pada 2023 dermaga MNP akan memiliki panjang 1.642 meter. Sejak beroperasi 2 November 2018 hingga saat ini, MNP sudah melayani sebanyak 267.300 TEUs peti kemas.

baca juga: Tol Laut dan NLE Bantu Turunkan Biaya Logistik di Indonesia

Itu baru mengoperasikan MNP Tahap IA. Jika Tahap IB dan IC rampung, maka pelabuhan yang akan dilengkapi dengan peralatan modern ini mampu melayani kegiatan bongkar muat kontainer hingga 2,6 juta TEUs per tahun.  Setelah proyek MNP ini selesai 2023, maka seluruh kegiatan bongkar muat kontainer  yang berada di Terminal Petikemas Pelabuhan Makassar, akan dipindahkan ke pelabuhan baru MNP. 

"Meski belum sampai 2023 kita akan buka rute baru, pasti akan ke Australia dan Asia Timur," tutup Prasetyadi. (OL-3)

BERITA TERKAIT