10 April 2021, 22:15 WIB

Komisi IV DPR-Kementan Panen Padi Varietas Inpari di Kulon Progo


mediaindonesia.com | Ekonomi

KOMISI IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) mengunjungi lokasi perluasan areal tanam baru di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu (10/4/2021).

Dalam kunjungan tersebut, sekaligus dilakukan panen padi biofortifikasi kaya gizi varietas Inpari Nutri Zinc yang ditanam di perluasan areal tanam baru tersebut merupakan program mengatasi stunting.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Budi Satrio Djiwandono mengatakan dalam masa reses ini melakukan kunjungan kerja ke lokasi perluasan areal tanam baru di Kulon Progo.

Budi mengaku sangat bangga melihat Kulon Progo berhasil membuka perluasan areal tanam baru seluas 10 ha dengan target 50 ribu ha, terlebih mampu mengembangkan padi yang memiliki manfaat untuk mengatasi stunting.

"Ini adalah pembangunan lahan tidur dan ini bisa menjadi contoh yang baik. Panen pertama dengan Provitas yang tinggi, ini sangat luar biasa," ucap Budi pada kegiatan panen padi tersebut bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi dan Bupati Kulon Progo, Sutedjo.

Budi meminta petani dan dinas pertanian untuk menyampaikan keluhan dan usulan agar dapat mengawal program-program pertanian sehingga hasilnya benar-benar tepat atau dirasakan manfaatnya petani.

Sebab DPR RI khususnya Komisi IV bersama Kementan terus mendorong program pembangunan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani dan dapat meningkatkan perekonomian.

"DPR RI akan terus mendukung kebijakan kebijakan yang pro petani melalui mitra kerja yakni Kementerian Pertanian," ujarnya.

Bupati Kulon Progo Sutedjo menuturkan di masa pandemi ini, kunjungan ini menjadi sangat bermakna di mana sektor pertanian masih menjadi andalan untuk pembangunan negeri. Sektor pertanian mengalami peningkatan 65,5 % di mana sektor yang lain mengalami penurunan. 

"Setiap tahun Kulon Progo surplus 41 ribu ton. Itu Surplusnya bukan yang di komsumsi masyarakat Kulon Progo," ungkapnya.

Sutedjo menambahkan salah satu upaya pemerintah Kulon Progo untuk meningkatkan sektor pertanian adalah dengan program perluasan lahan dari APBD.

Pemerintah daerah melakukan alih fungsi lahan yang bersifat positif, yakni menjadikan lahan lahan tidur untuk bisa difungsikan menjadi lahan yg bernilai ekonomis.

"Oleh karenanya hutan kayu yang mempunyai perputaran nilai ekonomisnya yang terlalu lama dialihkan menjadi lperluasan areal tanam baru yang saat ini di tanam padi dengan Varietas Inpari IR Nutri Zinc," jelasnya.

Sutedjo menegaskan bahwa pihaknya sangat concern pada pengembangan Inpari IR Nutri Zinc untuk mendukung program pengentasan desa stunting yang dilakukan di 12 kapanewon dengan produktivitas bervariasi antara 6,5 hingga 7 ton GKG/ha. Tahun 2020 direncanakan pengembangan seluas 265 ha dilanjutkan tahun ini seluas 600 ha. 

Untuk kelancaran pelaksanaan, lanjutnya, telah dibentuk 21 Gapoktan atau kelompok tani sebagai seksi usaha penyuplai BPNT melaui e-warung. Kegiatan ini didampingi ketat Balai Penyukuh Pertanian (BPP) atau Kostratani.

"Di Kulon Progo, padi jenis ini digunakan sebagai upaya menurunkan angka stunting bagi ibu hamil dan balita dengan umur di bawah 1.000 hari kelahiran. Dikarenakan terdapat kandungan zinc yang lebih tinggi daripada varietas lain," terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan Suwandi menyatakan saat ini Kementan di bawah komando Mentan Syahrul Yasin Limpo telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6%  lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.

Karena itu, Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting

"Jika hal ini dapat diedukasikan kepada masyarakat di Kulon Progo secara luas, maka nilai jual benih Nutri Zinc bisa lebih mahal dari benih padi yang biasa dan mempunyai nilai tambah bagi petani produsen," ujarnya.

Untuk diketahui, produktivitas padi Inpari IR Nutri Zinc cukup tinggi mencapai 9,4 ton per ha Gabah Kering Panen (GKP). Jika dikonversi mencapai 8,8 ton per hektare gabah kering giling (GKG). Perolehan itu melebihi rata-rata kabupaten sekitar 6,5 ton per hektare GKG. 

Tahun 2020 merupakan awal mula program budidaya padi kaya gizi (biofortifikasi) dicanangkan Kementan. Pada tahun 2020 Kementan telah menanam seluas 10.000 ha yang tersebar di sembilan provinsi. Program ini dilanjutkan lagi tahun 2021 dengan target 46.000 hektare termasuk di Kabupaten Kulon Progo. 

Untuk hasil panen berupa benih selanjutnya dikembangkan lebih luas lagi untuk memenuhi ketersediaan benih. Sedangkan hasil panen berupa beras dibeli Gapoktan dan Kostraling untuk selanjutnya didistribusikan dinas kesehatan dan dinas sosial sebagai beras BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) untuk keluarga-keluarga sasaran. 

Padi Inpari Nutri Zinc adalah hasil rakitan anak bangsa dengan kandungan tinggi Zinc. Hal ini sejalan program prioritas Pemerintah untuk menekan stunting  serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada tahun 2024.

Perlu diketahui bahwa  salah satu faktor yang menyebabkan kekerdilan atau stunting yakni kurangnya konsumsi gizi zinc (Zn) yang terjadi di masyarakat, utamanya pada anak-anak. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT