08 April 2021, 21:07 WIB

Dirut Bank Syariah Indonesia Terpilih sebagai Ketua Umum Asbisindo


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MUSYAWARAH Nasional Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) VIII yang diselenggarakan jajaran Pengurus DPP Asbisindo memilih secara aklamasi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi sebagai ketua umumnya periode 2021- 2024.

Dalam pidato pertamanya usai terpilih menjadi Ketua Umum Asbisindo, Hery Gunardi menyampaikan pesan bahwa dirinya dan pengurus DPP akan memegang komitmen untuk memperjuangkan seluruh kepentingan anggota asosiasi. Menurutnya, seluruh anggota Asbisindo harus bahu membahu untuk membangun dan memperkuat industri keuangan syariah di Indonesia.

"Saya mengucapkan terima kasih atas amanat yang sudah dipercayakan oleh Rapat Pleno Munas VIII Asbisindo. Pada kesempatan ini, saya ditunjuk sebagai ketua sekaligus ketua tim formatur untuk menyiapkan pengurus inti DPP Asbisindo 2021-2024. Harapan saya, mari ke depan bersama kita membangun dan menciptakan ekosistem industri keuangan syariah yang lebih solid, sehat, dan inklusif," ujar Hery.

Sebelumnya, Ketua Umum Asbisindo periode 2018-2021 dijabat Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni EB Subari. Namun pada Oktober 2020, dia diangkat menjadi Direktur Operasional Bank Mandiri sehingga posisi Ketua Umum Asbisindo kosong selama beberapa bulan hingga baru terisi pada hari ini pascamunas VIII.

Rapat pleno Munas Asbisindo VIII diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (8/4). Rapat DPP Asbisindo tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Asbisindo Achmad K Permana, Bendahara Umum Asbisindo Koko T Rachmadi, Ketua lll Kompartemen BPRS Cahyo Kartiko yang menerima laporan pertanggungjawaban dari Plt Ketua Asbisindo periode sebelumnya yakni Abdullah Firman Wibowo.

Berdasarkan data OJK, selama pandemi covid-19 terjadi industri perbankan syariah di Indonesia tetap tumbuh positif. Buktinya, sepanjang tahun lalu pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah mencapai 8,08%. Pertumbuhan pembiayaan yang pesat juga berlanjut per Januari 2021 yang mencapai 8,17% secara tahunan.

Per akhir 2020 pangsa pasar perbankan syariah Indonesia telah berada di level 6,51%. Angka ini meningkat pada Januari 2021 menjadi 6,55%. Data OJK juga menunjukkan bahwa industri perbankan syariah memiliki aset sekitar Rp600 triliun dan mengelola dana pihak ketiga atau simpanan masyarakat sebesar Rp473 triliun.

"Diharapkan perbankan syariah ke depan terus bisa mempertahankan pertumbuhan yang positif ini. Perkembangan dan resistensi industri perbankan syariah selama ini tentu harus disyukuri. Sekarang, mari saatnya kita bersama bangkit dan terus tumbuh demi kemaslahatan dan pertumbuhan pesat industri keuangan syariah di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (8/4).

Asbisindo berfungsi sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara anggota untuk memperjuangkan Bank Syariah baik internal maupun eksternal. Asbisindo bertujuan mewujudkan pesatuan dan kesatuan di antara para anggotanya dalam rangka mengembangkan usaha bank syariah sehingga dapat dicapai kemajuan dan guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur sejahtera serta merata yang diridai Allah SWT.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Asbisindo menempuh melalui tiga cara. Pertama, Asbisindo menghimpun semua potensi bank syariah yang ada di Indonesia sehingga syiar ekonomi syariah sebagai dakwah bilhal dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Kedua, Asbisindo membina dan mengembangkan bank syariah sehingga menjadi bank yang sehat, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketiga, Asbisindo menjadi mitra utama bagi pemerintah dan regulator dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT