08 April 2021, 12:27 WIB

Potensi Bisnis Gadai Emas Masih Besar


Heryadi | Ekonomi

POTENSI bisnis gadai emas di Indonesia masih sangat besar. Bisnis gadai emas memiliki keunggulan tetap stabil dan tidak terdampak oleh pandemi dan krisis.

PT. Hartadinata Abadi Tbk. produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia memanfaat peluang ini dengan meluncurkan satu unit bisnis baru yakni unit gadai emas melalui anak usahanya PT Gemilang Hartadinata Abadi (GHA).

"Unit usaha gadai tersebut hadir di empat provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Unit bisnis baru ini kami dedikasikan untuk membantu perekonomian masyarakat," ungkap Chief Executive Officer PT. Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto saat peluncuran unit bisnis gadai emas secara virtual, Kamis (8/4).

Sandra mengatakan bisnis gadai emas ini terintegrasi dengan bisnis inti Hartadinata yaitu produksi emas. Dia mengatakan perusahaannya melirik bisnis ini lantaran bisnis gadai emas punya potensi besar di Indonesia. "Kami serius menekuni bisnis ini sebagai bagian dari kontribusi perekonomian nasional umumnya," ujarnya.

Direktur Bisnis & Operasional Gadai Hartadinata Abadi, Agus Mardiko Luhur menimpali bisnis gadai emas merupakan bisnis yang stabil meski di tengah pandemi covid-19. Ini lantaran bisnis ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan dana dengan cepat. "Bisnis gadai emas memberikan kecepatan dan kemudahan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat kata Agus bisa memperpanjang masa gadai jika belum mampu menebus. Karena itu, kata Agus, tidak mengherankan jika ada masyarakat yang menggadaikan emasnya hingga puluhan tahun.

Terkait unit gadai emas GHA, Agus mengatakan GHA telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan. GHA telah memiliki 54 outlet di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Untuk tahun ini, GHA menargetkan bisa membuka 16 outlet baru lagi.

Agus menambahkan layanan yang disediakan GHA meliputi gadai reguler, gadai opsional, karisma atau kelompok arisan emas, gadai fidusia, jual beli logam mulia dan jasa taksiran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengawasan Non Bank Kantor Raegional 2 Jawa Barat OJK, Noviyanto Utomo, mengatakan untuk menciptakan bisnis gadai yang lebih baik OJK telah mengeluarkan POJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian.

"Kami ingin masyarakat yang menggadaikan barangnya terlindungi dengan aman dan tidak hilang," ujarnya.

Dia mengatakan hingga Februari 2021 perusahaan gadai yang telah terdaftar dan mengatongi izin dari OJK mencapai 98 perusahaan. Dia mengatakan masyarakat untuk memanfaatkan jasa perusahaan gadai yang telah terdaftar di OJK. "Kami mengingatkan masyarakat untuk menggunakan perusahaan jasa gadai yang telah terdaftar dan mengantongi izin dari OJK," ujarnya. (E-3)

BERITA TERKAIT