07 April 2021, 23:08 WIB

Lambatnya Vaksinasi Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

KEPALA Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,3% disebabkan oleh laju vaksinasi yang masih relatif rendah dibanding negara berkembang lainnya.

Hal yang sama juga dialami oleh negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Thailand. Malaysia direvisi ke bawah menjadi 6,5% dari sebelumnya 7,0%, sementara Thailand direvisi ke bawah menjadi 2,6% dari sebelumnya 2,7%.

Penurunan proyeksi negara-negara ASEAN tersebut sejalan dengan tingkat vaksinasi yang hanya sebesar 4,92, 2,56, dan 0,46 per 100 penduduk di masing-masing Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

"Dengan lambatnya distribusi vaksin, maka aktivitas ekonomi di sebagian besar sektor masih akan bergerak lambat sehingga penyerapan tenaga kerja cenderung lambat, dan mengakibatkan masih rendahnya daya beli masyarakat," kata Josua saat dihubungi, Rabu (7/4).

Dengan sudah tersedianya vaksin, seberapa cepat vaksin dapat distribusikan memang menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dapat terakselerasi.

"Oleh karena itu, pemerintah masih perlu mempercepat aliran distribusi vaksin, terutama bagi daerah-daerah dengan kasus yang relatif tinggi, dan bahkan mungkin diperlukan realokasi anggaran kepada pengadaan dan logistik vaksin," kata Josua. (OL-13)

Baca Juga: Surat Edaran ASN Dilarang Mudik Resmi Diteken

BERITA TERKAIT