07 April 2021, 15:42 WIB

Kementan dan Bulog Turun Serap Gabah Petani Cirebon dan Indramayu


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah, Bulog, TNI, kepolisian, dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) melakukan panen sekaligus serap gabah di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat. Luas panen padi di Cirebon pada April ini sebesar 18 ribu ha dan Indramayu 34 ribu ha.

"Panen padi dan serap gabah ini untuk mengawal harga gabah petani agar tetap stabil, minimal sesuai HPP (harga pembelian pemerintah) Rp4.200 per kilogram. Pengawalan panen juga sangat penting untuk menjamin stok beras nasional," tutur Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi pada acara panen dan serap gabah di Kecamatan Susukan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (7/4).

Suwandi menyebutkan Kementan bersama pemerintah daerah dan mitra yakni Bulog, penggilingan yang tergabung dalam Komando Strategi Penggilingan (Kostraling), dan Perpadi telah menargetkan serap gabah petani di Cirebon 42.620 ton gabah kering giling (GKG) dan Indramayu 35.764 ton GKG pada panen April-Mei 2021. Penyerapan gabah dilakukan Kostraling yang selanjutnya diserahkan ke Bulog dan serap gabah juga dilakukan langsung Bulog.

"Indramayu ialah produsen beras nomor satu nasional dan Cirebon menempati urutan ke-25, sehingga pengawalan panen dan harga menjadi prioritas. Sebab ini menyangkut stok beras nasional dan penting juga menjamin kesejahteraan petani. Petani harus mendapatkan keuntungan dari usaha tani padi," terangnya.

"Kami di Kementan tentu membantu petani menghasilkan beras berkualitas dan membantu para penggilingan melalui Kostraling meningkatkan kualitas beras. Dengan demikian, serap gabah petani berjalan sesuai harapan. Gabah petani tak ada kendala untuk dibeli Bulog dan pihak lain dengan harga menguntungkan," sambung Suwandi.

Ketua Poktan Sri Ganggong, Desa Jatianom-Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, Sadikin, menuturkan panen padi saat ini tidak mengalami kesulitan dan kualitas gabah yang dihasilkan pun terjamin karena menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester. Harga panen pun sangat terbantu dengan hadirnya tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP).

Usai panen dan serap gabah di Cirebon, Dirjen Tanaman Pangan dan Tim GSGP pun melakukan panen dan serap gabah di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu sebesar 1.500 ton gabah dan target dua bulan ke depan se-Indramayu 35.764 ton GKG. Hasil panen ini siap diserap Bulog dengan harga minimal HPP dan bahkan di atas HPP untuk gabah yang kualitasnya bagus sesuai standar kadar air.

"Alhamdulillah, gabah kering panen milik petani dibeli Bulog Rp4.200 dan gabah kering gilingnya Rp5.300 per kilogram," ungkapnya. Usai panen ini, pihaknya mendorong dan membantu petani melakukan penanaman musim tanam kedua. (OL-14)

BERITA TERKAIT