06 April 2021, 16:01 WIB

Wapres: UMKM Harus Mengikuti Arus Digitalisasi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

WAKIL Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia saat ini fokus kepada proses untuk keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi (pandexit atau pandemi exit), sehingga ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Dalam dunia usaha, pandemi mempercepat transformasi digital dalam berbisnis. Sebagian besar usaha saat ini dilakukan secara online. Hal ini terlihat dari meningkatnya perdagangan onkine dan aktivitas jasa pengiriman barang. Namun sayangnya UMKM belum semuanya tersentuh digitalisasi.

Baca juga: Komnas HAM: Polisi Paling Banyak Dilaporkan Melanggar HAM

"Saya mengajak semua pihak untuk bersama membantu UMKM mengikuti arus digitalisasi. UMKM tidak boleh tercecer dalam hal digitalisasi dan harus menjadi bagian dalam transformasi ekonomi digital," kata Wapres, dalam acara CIMB Niaga Forum, Selasa (6/4).

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Anggara Hans Prawira mengatakan industri ritel terutama FMCG selama 2020 mengalami kontraksi sekitar 5,9%. Padahal industri ritel FMCG selama ini tidak pernah mengalami kontraksi.

Penurunan industri terjadi karena melemahnya daya beli konsumen terutama di segmen menengah ke bawah dan juga pembatasan-pembatasan mobilisasi yang terjadi.

Permintaan pada barang di ritel sempat tinggi ketika terjadi panic buying di Maret 2020. Namun kemudian pada saat masa periode Ramadan, menjadi sangat berat. Hingga Juli daya beli relatif lemah dan baru membaik di akhir 2020.

Di 2021, semua pelaku usaha memandang dengan optimistis terutama karena diterapkannya vaksinasi. Per Maret 2021 dia memandang situasi semakin membaik.

"Keyakinan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari terlihat mulai membaik, seperti di kelas menengah atas. Namun di menengah ke bawah dampak penurunan daya beli masih terlihat, juga terjadi switching brand kepada yang lebih terjangkau," kata Hans. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT