06 April 2021, 12:05 WIB

Tensi Dagang Australia-Tiongkok Bikin Harga Batu Bara RI Melonjak


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MEMANASNYA perang dagang Australia dan Tiongkok turut memengaruhi sejumlah harga komoditas global termasuk batu bara di Indonesia. Harga Batubara Acuan (HBA) dilaporkan naik US$2,21 per ton untuk April.

"Ini menjadi pemicu utama Harga Batubara Acuan (HBA) bulan April naik USD2,21 per ton menjadi USD86,68 dari bulan Maret lalu," jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Agung mengungkapkan, tensi dagang tersebut berimbas positif karena naiknya permintaan batu bara Indonesia ke Tiongkok.

Dia mengatakan, memburuknya hubungan Australia-Tiongkok dipicu saat Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi virus korona pada April 2020. Sementara dari pihak Beijing menganggap hal tersebut bagian dari provokasi.

"Larangan tidak resmi atas impor batu bara asal negeri Kangguru menyebabkan produksi dan logistrik Tiongkok ikut terganggu," ungkap Agung.

Pengurangan ekspor ini, sambungnya, juga ditimbulkan oleh adanya gangguan pelabuhan NCIG di Newcastle, Inggris. Apalagi, jelas Agung, sebagian besar ekspor Newcastle ditujukan ke pelanggan jangka panjang di Asia Timur, seperti Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

Batu bara yang dikirim dari Newcastle sendiri disebut merupakan batubara termal berkalori tinggi yang digunakan di pembangkit listrik, bersama dengan beberapa jenis batubara yang digunakan untuk membuat baja.

Selain itu, ESDM juga menerangkan, faktor lain yang menjadi penyebab kenaikan HBA April adalah meningkatnya permintaan kebutuhan batubara dari Jepang serta adanya sentimen terkait menurunnya suplai dibanding permintaan batubara secara global.

Agung menuturkan, si samping faktor permintaan dan pasokan, perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

ESDM menyebut, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level US$75,84 per ton di Januari , HBA mengalami kenaikan pada bulan Februari US$87,79 per ton sebelum sempat turun di Maret USD84,47 per ton.

Nilai HBA bulan April ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). (OL-8)

 

BERITA TERKAIT