01 April 2021, 23:50 WIB

Istana Negara Burung Garuda Diyakini Jadi Magnet Baru Pariwisata


Insi nantika Jelita | Ekonomi

SENIMAN asal Bali yang juga pemenang sayembara desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, I Nyoman Nuarta meyakini bahwa gedung baru yang dirancang pihaknya tidak hanya menjadi tempat presiden berkantor, melainkan bisa menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata.

Istana Negara, ungkapnya, akan menggunakan teknologi pembuatan patung yang telah dipatenkan. Sosok Garuda dalam Istana Negara akan dibangun dari kerangka baja, serta cangkang dari tembaga dan kuningan. 

Kedua logam terakhir ini, kata Nyoman, akan mengalami proses oksidasi sehingga perlahan-lahan akan berwarna hijau tosca, sebagaimana pula terdapat dalam patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. 

"Para wisatawan domestik, selain mengagumi wibawa dan kemegahan Istana Negara, sekaligus juga memupuk kepercayaan diri sebagai bangsa Indonesia," sebutnya dalam keterangan, Kamis (1/4).

Sedangkan para wisatawan mancanegara diharapkan akan berdecak kagum melihat keindahan seekor burung Garuda yang mengepakkan sayap di atas Istana Negara. Adapun target penyelesaian bangunan pada 2024 mendatang.

Baca juga : Berdayakan Anak Muda untuk UMKM dan Pertanian

Dia mengatakan, kawasan kebanggaan Istana Negara yang baru akan memiliki luas 4 hektar dengan rencana 9 lantai, hanyalah bangunan inti dari seluruh kawasan seluas 32 hektare. 

Nyoman menjelaskan, di dalam kawasan ini terdapat Plaza Nusantara seluas 10 hektar, yang akan meliputi area rekreasi, area duduk outdoor, jogging trek, jalur pejalan kaki, serta jalur buggy. Bahkan dirancang juga amphiteather serta wilayah terbuka di mana rakyat bisa mengaksesnya secara bebas

“Citra Kalimantan yang lekat dengan tambang dan hutan, harus diperbaiki dengan menyodorkan sebuah ikon baru yang memadukan antara seni, sains, dan teknologi," kata Nyoman.

“Dengan demikian, Istana Negara akan berdiri di garda paling depan untuk mengubah citra sebuah pulau. Jadi intinya tak hanya pemerataan, tetapi juga mendayagunakan lokasi yang dilupakan menjadi daya tarik baru," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT