30 March 2021, 18:22 WIB

Lelang Tujuh SUN, Pemerintah Raup Rp4,75 Triliun


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH meraup dana sebesar Rp4,75 triliun dari hasil lelang tujuh Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pada Selasa (30/3) ini. Sedangkan, total penawaran yang masuk dari investor terhadap tujuh SUN mencapai Rp33,95 triliun.

Ketujuh SUN yang dilelang, yakni seri SPN12210701 (reopening), SPN12220331 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

"Bids yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp33,95 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dari target indikatif pemerintah. Namun, dalam rangka menjaga cost of fund, serta memberikan support ke pasar SUN pada tingkat yield SUN yang wajar di pasar sekunder, pemerintah memutuskan bid yang dimenangkan sebesar Rp4,75 triliun," ujar Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan dalam keterangan resmi, Selasa (30/3).

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Utang Negara Naik 8%

Menurutnya, kondisi pasar keuangan, baik global maupun domestik, masih mengalami tekanan. Tercatat level Credit Default Swap (CDS) lima tahun pada sesi midday berada pada level 86,95. Angka itu naik dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya pada 16 Maret 2021, yaitu level 78,72.

Indeks IHSG sesi midday juga turun 19,67 poin dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya. Selain itu, nilai tukar rupiah pada sesi midday juga melemah 30 poin dibanding pada penutupan 29 Maret 2021.

"Tekanan tersebut juga mempengaruhi preferensi investor di pasar SBN. Sehingga, incoming bids pada lelang SUN hari ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan lelang SUN dua minggu sebelumnya," imbuh Deni.

Baca juga: Jelang Lebaran, Indonesia akan Kebanjiran 420 Ton Daging Sapi Beku

Lebih lanjut, Deni mengungkapkan SUN seri FR0083 dengan tenor 20 tahun tercatat menjadi seri yang paling besar penawarannya, jika dibandingkan seri lainnya. Hal tersebut menunjukkan investor mulai berminat ke tenor panjang.

"Partisipasi investor asing masih cukup tinggi, yaitu sebesar 12,73% dari total incoming bids yang masuk," paparnya.

Pemerintah memutuskan untuk melaksanakan lelang SUN tambahan (Green Shoe Option/GSO) pada 31 Maret 2021. Imbal hasil yang ditawarkan pada lelang GSO menggunakan imbal hasil (Weighted Average Yield) yang sama dengan hasil lelang hari ini.

Target maksimal dari lelang GSO tersebut mencapai Rp25,25 triliun. Ketentuan dan persyaratan pelaksanaan lelang GSO tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku dan diatur dalam PMK 168/PMK.08/2019 dan PMK 38/PMK.02/2020.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT