26 March 2021, 21:04 WIB

Ekonomi Syariah Global Diprediksi Capai US$3,2 Triliun pada 2024


Mediaindonesia.com | Ekonomi

INDONESIA merupakan salah satu negara dengan jumlah populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 240 juta jiwa. Tentu Indonesia menyimpan potensi ekonomi syariah yang sangat besar.  

"Ekonomi dan keuangan syariah dewasa ini mengalami perkembangan pesat, baik dalam tataran global maupun nasional. Ekonomi syariah diprediksi terus tumbuh hingga US$3,2 triliun pada 2024 dan menjadi lahan investasi yang potensial bagi para investor sehingga harus dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian nasional," ujar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banking School (IBS) Dr Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono SH LLM seminar online (webinar) kuliah umum bertemakan Pengembangan ekonomi syariah berbasis keumatan, Jumat (26/3).

Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) Drg M Arief Rosyid Hasan mengimbuhkan, perjuangan keberpihakan kepada umat mendapatkan dukungan yang semakin konkret di hari-hari mendatang. Apalagi tujuan kesuksesan yang hakiki dalam berekonomi yakni tercapainya kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan (spiritual) dan kemakmuran (material) pada tingkatan individu dan masyarakat. Karenanya, penggiat ekonomi syariah harus benar-benar fokus mengoptimalkan sistem ini di Tanah Air.

Kehadiran Bank Syariah Indonesia yang merupakan merger dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah bukan hanya sebagai kekuatan baru dalam menopang ekonomi di Tanah Air, melainkan juga meminjam istilah Presiden Joko Widodo yakni sebagai raksasa baru yang akan bersaing secara global. Menurutnya, literasi keuangan syariah kelak menjadi fundamental dan pilar penopang ekonomi nasional yang akan menjadi sistem ekonomi masa kini dan masa depan.

Peran BSI ke depan akan semakin vital bagi masyarakat. Program layanan keuangan syariah BSI semakin berkembang, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. "Ini terbukti di tengah krisis ini, ekonomi syariah bisa menjadi pendorong perekonomian masyarakat," kata Arief. BSI memiliki aset Rp239,73 triliun, dana pihak ketiga Rp209,90 triliun, pembiayaan Rp156,52 triliun, ekuitas Rp21,74 triliun, modal inti lebih dari Rp20,4 triliun, dan per Desember 2020 meraup laba bersih Rp2,19 triliun.

Selain itu, BSI memilili karyawan lebih dari 20 ribu orang dan jumlah cabang yang mencapai 1.300 kantor dengan 1.700 jaringan ATM sebagai infrastruktur yang sangat memadai untuk menjawab seluruh ekspektasi di atas. "Dukungan generasi milenial dan generasi Z menjadi sangat penting dalam menggerakkan ekonomi berbasis keumatan. Potensi ini merupakan kekuatan besar yang harus diaktivasi dengan baik," jelasnya.

Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang unggul untuk dapat menjadi penggerak ekonomi syariah. Kualitas SDM perbankan syariah saat ini tengah mendapat perhatian khusus. Sebagai institusi pendidikan tinggi, IBS memiliki program studi Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah sejak 2016 dan menghasilkan lulusan yang berkompeten yang saat ini bekerja di industri perbankan dan keuangan.

BSI berkomitmen penuh untuk berkontribusi meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia melalui pendidikan berkualitas. Webinar tersebut sekaligus mengukuhkan komitmen awal BSI bersama IBS dalam penciptaan SDM unggul calon pemimpin di industri perbankan dan keuangan.

IBS sebagai mitra pendidikan tinggi BSI turut bangga akan dimulainya kerja sama mengisi Pot Beasiswa Gotong Royong yang ditujukan membantu siswa SMA agar dapat meneruskan kuliah terutama di bidang manajemen keuangan dan perbankan syariah. Selain pendidikan, ke depan ada berbagai inisiasi kerja sama yang akan dilakukan antara BSI dan IBS antara lain penelitian dan pengabdian masyarakat dalam naungan Center of Islamic Finance and Banking di Indonesia Banking School. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT