26 March 2021, 10:27 WIB

Saatnya Generasi Milenial Ambil Peran dalam Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

 

SEKTOR pertanian menempati posisi yang sangat sentral selama pandemi Covid-19. Pertanian juga mampu bertahan dari ancaman krisis di saat sektor lain bertumbangan.

Untuk menjaga agar pertanian bisa terus tumbuh, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengupayakan hadirnya generasi milenial untuk menggarap sektor ini.

Berbagai upaya pun dilakukan agar generasi milenial mau terjun ke pertanian. Generasi milenial diharapkan tidak lagi malu dan gengsi untuk menjadi petani.Tujuannya satu, menuju ketahanan pangan Indonesia.

Harapan tersebut jelas perlu diwujudkan, terlebih lagi melihat partisipasi milenial yang masih minim di industri pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan, Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang andal dan memiliki jiwa wirausaha. 

Terlebih, salah satu program utama Kementan ialah menjamin produktivitas, kontinuitas, dan ketahanan pangan. Serta yang tidak kalah penting adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan 2024.

“Konsep ketahanan pangan tidak hanya bicara tentang ketersediaan pangan hari ini tetapi lebih dari itu adalah tentang bagaimana mencetak generasi yang lebih baik ke depannya dengan kecukupan makanan yang lebih sehat dan bergizi, generasi yang lebih baik karena anak mudanya ikut ambil peran, dan generasi yang lebih baik, karena kesejahteraan masyarakatnya ikut meningkat,” tegas Mentan SYL.

Sebagai salah satu upaya untuk mendorong partisipasi milenial, Kementan, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) mengadakan webinar internasional, pada Selasa (23/3) lalu.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Massey University of New Zealand dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), mengangkat tema 'Promoting Youth Participation in Agribusiness to Support Food Security in New Zealand and Indonesia'.

Tiga pembicara hadir untuk memotivasi generasi milenial, yakni Senior lecturer in Agricultural Systems Massey University Janet Reid, Dosen Senior Polbangtan Bogor Harniati, serta Awang Maharijaya dari Peragi.

Sebanyak 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa/siswa politeknik  dan SMK PP lingkup Kementerian Pertanian, dan lainnya, terlihat antusias. Terlihat dengan banyaknya  pertanyaan serta opini yang disampaikan kepada para pembicara.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa sudah saatnya generasi milenial mengambil peranan dalam pembangunan pertanian. 

“Sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan, terbukti banyak pemuda-pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan, apalagi ditunjang dengan mekanisasi dan inovasi pertanian yang menjadikan pertanian menjadi lebih modern dan menjanjikan,” ungkap Dedi Nursyamsi dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Ia mengatakan, banyaknya webinar internasional yang akan dilakukan oleh BPPSDMP membuktikan bahwa sektor pertanian tak hanya menarik di dalam negeri namun hingga kancah internasional. 

"Webinar internasional dapat membuka pikiran generasi milenial tentang sektor pertanian hingga penumbuhan 2,5 juta petani dan pengusaha pertanian milenial dapat terwujud dan ketahanan pangan menjadi hal yang nyata,” tambah Dedi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT