25 March 2021, 19:41 WIB

Mayoritas CFO Pilih Berkolaborasi dengan Mitra Eksekutif


Mediaindonesia.com |

SAAT ini peran CFO (chief financial officer) semakin penting dalam keberlanjutan bisnis perusahaan. Sebab, CFO dapat membantu perusahaan dalam memperoleh pertumbuhan bisnis yang lebih cepat, termasuk dalam mengelola risiko yang terjadi.

Hal ini seperti yang terungkap dari hasil survei yang digelar konsultan global Accenture bertajuk Breakthrough Speed for Breakout Value. Survei global ini dilakukan terhadap lebih dari 1.300 eksekutif senior keuangan di seluruh dunia pada April dan Juni 2020, termasuk menganalisis 245-500 perusahaan di 10 industri. Accenture selain sebagai pelaksana riset merupakan pelaku industri jasa yang merupakan perusahaan terbuka harus menunjukkan bahwa tata kelola keuangan merupakan hal signifikan dalam keberlanjutan organisasi.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa CFO yang mampu mewujudkan sepenuhnya peran baru mereka dan dapat menjalankan operasionalnya secara efektif akan mampu menggandakan nilai EBTIDA CAGR (parameter yang digunakan untuk mengukur performa keuangan perusahaan), dari 3,8% menjadi 6,9%. Bahkan, selama tiga tahun ke depan, mereka juga dapat meningkatkan pendapatan CAGR (rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan perusahaan), dari 2,7% menjadi 3,0%.

Temuan menarik lain dari survei itu yakni 86% CFO telah meningkatkan strategi kolaborasi dengan mitra eksekutif yang berada di C level (C-suite). Sekitar 72% dari CFO memiliki keputusan akhir tentang arah teknologi dari perusahaan mereka.

Adapun 88% CFO telah memperkenalkan metrik baru untuk memberikan pengaruh yang baik pada keuangan  perusahaan. CFO juga menggunakan teknologi dan data untuk berhubungan dengan lintas C-suite. Terbukti, CFO juga ikut mendorong end-to-end insight melalui model dan data yang real-time.

Bagaimana dengan Indonesia? Merujuk survei yang digelar Accenture dan Swa Media Group terhadap 60 CFO dan pemimpin keuangan dari 54 perusahaan di 13 industri di Indonesia pada November-Desember 2020 menunjukkan bahwa 48% tugas keuangan tradisional telah terotomisasi, dari yang sebelumnya hanya 34% di 2018. Ini menunjukkan bahwa kini teknologi ikut berperan penting dalam proses keuangan perusahaan.

Fakta lain, ternyata 37% CFO di Indonesia memiliki bakat dan kepiawaian dalam berkolaborasi. Bahkan, 72% CFO di Indoensia menyatakan telah meningkatkan frekuensi dan jangkauan kolaborasi mereka dengan C-suite.

Yang menarik, lebih dari separuh atau 58% CFO di Indonesia telah merevisi strategi perusahaan secara holistik. Sayangnya, hanya 17% profesional keuangan di Indonesia yang ikut terlibat dalam mengelola risiko di dunia maya. Adapun 25% fungsi keuangan telah mengambil alih tanggung jawab untuk kinerja ESG (environmental, social, governance) di perusahaan.

"Jika CEO adalah otaknya, CFO ialah jantung perusahaan. CFO bukan lagi penjaga gawang yang tinggal di belakang, tetapi sekarang telah menjadi striker yang harus siap di garda depan," ujar Arief Sanjaya, CFO Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

Hasil survei CFO global dan Indonesia itu dipresentasikan oleh Raghvendra Singh, Managing Director Accenture-CF & EV Lead for Southeast Asia, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Swa Media Group. Di samping itu, Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk Vera Eve Lim dan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini memaparkan pengalamannya tentang perubahan peran CFO di perusahaan masing-masing, terutama dalam menghadapi era digital dan dampak dari pandemi Covid-19.

"Kami dari Swa senang sekali bisa ikut ambil bagian dalam program survei terhadap para CFO di berbagai negara termasuk Indonesia yang diselenggarakan oleh Accenture. Dengan survei ini, kita bisa mengetahui seberapa cepat para CFO perusahaan besar di berbagai negara termasuk Indonesia melakukan sejumlah terobosan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan ekosistemnya," ujar Kemal Gani, Group Chief Editor Swa Media.

Selain itu, imbuhnya, dari survei ini kita juga dapat belajar langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh para CFO perusahaan besar di dunia dan Indonesia. Dengan demikian kita juga dapat terus memperbaiki yang kurang dan terus mengembangkan langkah-langkah yang sudah di jalur yang benar. Program ini bagi Swa juga merupakan pelengkap yang sangat bagus dari program kurasi Indonesia BEST CFO setiap tahun. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT