25 March 2021, 13:21 WIB

Anggaran Perlindungan Pekerja Migran Capai 98,23%


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

BADAN Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memaparkan realisasi penyerapan anggaran tahun anggaran 2020 persatuan kerja mencapai 98,23%. Anggaran BP2MI pada kondisi tahun lalu yang sebelumnya sebesar Rp322 miliar dengan adanya refocussing karena pandemi covid-19 dipotong lebih dari Rp60 miliar sehingga total anggaran Rp260 miliar.

"Jika berbicara serapan tentunya secara total 98,23% dan kalau dilihat rata-rata per deputi mencapai 99% kecuali UPT itu pun karena ada biaya untuk orientasi pra pemberangkatan yang tidak jadi berangkat," kata Sekretaris Utama BP2MI Tatang Budie Utama dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, DKI Jakarta, Kamis (25/3).

Jika dilihat pembagiannya dalam satu deputi seperti Deputi Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi hanya memiliki anggaran Rp2,7 miliar dalam satu tahun. Selanjutnya, Deputi Bidang Penempatan yang tadinya Rp12,1 miliar menjadi Rp8,5 miliar. Tatang menyebut anggaran tersebut untuk kegiatan operasional seperti orientasi pra- pemberangkatan. Deputi Bidang Perlindungan yang tadinya Rp14,8 miliar menjadi Rp6,2 miliar.

"Anggaran ini pun untuk biaya pemulangan mayoritas terjadi penyesuaian anggaran dan Sekretariat Utama dari Rp134 miliar menjadi Rp116 miliar. Inspektorat dari Rp3,3 miliar menjadi Rp1,4 miliar. Dan UPT Daerah 23 satuan kerja itu dari Rp149 miliar menjadi Rp126 miliar," papar Tatang.

Sementara itu, capaian kegiatan dari anggaran yang tersedia di 2020 yang target semula untuk pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebesar 223.041 orang menjadi 108.371 orang karena ada keterbatasan dana akibat refocussing. Namun, yang baru terealisasi baru 64.727 orang pekerja migran.

"Yang terealisasi baru 59,73% karena memang banyak di antara puluhan ribu calon pekerja migran tidak dapat berangkat karena adanya lockdown. Lalu CPMI yang pulang mencapai 53.276 pekerja migran yang dibiayai BP2MI sebanyak 17.362 pekerja dan sisanya yakni 35.914 pekerja difasilitasi oleh penanganan PMI yang bekerja sama dengan Satgas Covid-19," pungkasnya.

Berkaitan dengan kepulangan dari terjadinya pandemi covid-19 jumlahnya mencapai 200 ribu orang sebagian besar adalah tenaga terampil dan profesional sehingga tidak semuanya ditangani oleh BP2MI. (E-3)

BERITA TERKAIT