23 March 2021, 22:30 WIB

Kemen PUPR Tanam 66.625 Pohon & Lepas Bibit Ikan di Hari Air Dunia


Ihfa Firdausya |

KEMENTERIAN PUPR melaluiDirektorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan acara puncak Hari Air Dunia 2021 di Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3). 

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, acara ditandai dengan penanaman pohon dan pelepasan bibit ikan yang secara simbolis dilakukan Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Muhajir Effendy.

Dalam laporannya, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat, Soedhirman menyebut pihaknya telah menanam sebanyak 66.625 bibit berbagai jenis pohon dengan tinggi minimal 1 meter pada rangkaian peringatan Hari Air Dunia.

"Di lingkungan Direktorat Jenderal SDA sebanyak 31.633 pohon, di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga 28.496 pohon, selanjutnya Dirjen Cipta Karya sebanyak 6.196 pohon, dan Dirjen Perumahan sebanyak 300 pohon," kata Soedhirman di Serang, Senin (22/3).

Progres pertumbuhan pohon-pohon tersebut akan dipantau melalui suatu sistem teknologi informasi Sitamu atau Sistem Pemantauan Tanaman Bermutu, yang saat ini sedang dalam proses pengembangan. "Insya Allah dalam waktu dekat sudah bisa digunakan," katanya.

Soedhirman mengatakan bahwa Kementerian PUPR berkomitmen ikut serta mengkonservasi sumber daya air. Antara lain melalui gerakan penanaman pohon di semua infrastruktur. Baik itu untuk infrastruktur sumber daya air, bina marga, cipta karya dan perumahan.

"Jadi kita setiap hari besar Kementerian PUPR seluruh unit organisasi di Kementerian PUPR secara bersama-sama terus bergerak menghijaukan infrastruktur tersebut," ujar Soedhirman.
 

Kementerian PUPR juga mengadakan kegiatan valuing water campaign atau kampanye menghargai air  antara lain kampanye Hari Air Dunia (HAD)  yang dipublikasikan sejak minggu pertama bulan Maret 2021 melalui cetak, media elektronik,media sosal,sertaserta lomba karya ilmiah tentang SDA di tingkat SMA/Se-derajat seluruh Indonesia, lomba foto dan karya jurnalistik untuk umum. Masyarakat juga dapat berkunjung ke pameran virtual HAD XXIX tahun 2021 di digitalexpo.pu.go.id.

Di daerah, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan melalui balai-balai kementerian PUPR. Antara lain lomba karya ilmiah, bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, penebaran bibit ikan dan lain-lain.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Lilik Retno CahyadiningsihselakuKetuaBidangAksi Daerah Panitia HAD XXIX tahun 2021 menuturkan bahwa masalah-masalah air seperti kekurangan air, kualitas air, daya resap air, semakin besar.

Karena itu dalam rangka HAD ke-29, katanya, harapannya adalah bagaimana efek yang merusak air dari suatu pembangunan bisa diminimalisasi agar air benar-benar bisa diwariskan ke generasi selanjutnya.

"Harapannya bahwa dalam mengelola air, semua harus aware dari hulu ke hilir, air tanah maupun air permukaan. Kemudian harus menjaga antara kualitas dan kuantitas," kata Lilik.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian Saroni Sugiarto berharap peran serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sumber daya air. Salah satunya dengan penanaman pohon.

"Bahwa kita mengajak menanam supaya masyarakat juga ikut memelihara. Apalagi yang kita tanam adalah tanaman-tanaman yang punya nilai ekonomi yang bagus yang bisa memberikan manfaat buat mereka," ujarnya.

Di Sindangheula sendiri, kata Saroni, terdapat berbagai jenis tanaman. "Ada kelengkeng, durian, mangga, jengkol, pete. Jengkol kan sekarang punya nilai jual yang tinggi," pungkasnya. (Ifa/OL-09)
 

BERITA TERKAIT