22 March 2021, 11:52 WIB

Fokus Investor akan Kepada Pergerakan Makroekonomi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

NH Korindo Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabubgan (IHSG) pekan ini masih akan berada pada fase konsolidasi seiring minimnya jadwal rilis data-data ekonomi, baik dari domestik maupun global.

Namun ada beberapa indikator pasar yang pergerakannya akan menjadi fokus perhatian investor. "Antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di area Rp14.400 per dolar AS, yield obligasi AS 10-tahun yang menembus level 1,7%, serta harga minyak mentah," kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar, Senin (22/3).

Sektor keuangan AS mendapat tekanan menyusul keputusan the Fed untuk tidak memperpanjang aturan pelonggaran rasio utang supplementer (supplementary leverage ratio) perbankan AS.

"Hal ini dikhawatirkan akan memicu penjualan kepemilikan obligasi Treasury dan berimbas pada kenaikan yield," kata Anggaraksa.

Sepanjang pekan lalu, pergerakan IHSG relatif tidak berubah dengan hanya melemah tipis -0,03% secara mingguan. Dengan minimnya sentimen baru pekan ini, fokus investor akan tertuju pada pergerakan beberapa indikator makroekonomi seperti nilai tukar rupiah, tingkat yield obligasi, serta harga komoditas dunia.

"Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih akan terkonsolidasi pada rentang 6.300-6 400," kata Anggaraksa.

Minimnya sentimen domestik salah satunya dari pernyataan Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan inflasi tipis pada bulan Maret 2021.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2021, inflasi diperkirakan sebesar 0,09% MoM. Penyumbang utamanya sampai dengan minggu ketiga Maret yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% MoM, bawang merah sebesar 0,03% MoM, ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% MoM.

Sementara itu, masih ada komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberi andil pada deflasi, seperti cabai merah dan emas perhiasan yang masing-masing turun tipis 0,03% MoM. (E-3)

BERITA TERKAIT