15 March 2021, 23:04 WIB

4 Perusahaan Otomotif Jepang bakal Perluas Lini Ekspor dari RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, dari hasil pertemuan di Jepang pada pekan lalu, setidaknya ada empat perushaan otomotif yang menyatakan komitmennya untuk memperluas pasar ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. 

“Beberapa perusahaan yang kami temui menyampaikan akan terus mengembangkan investasi dan produksinya di Indonesia,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (15/3).

Mitsubishi misalnya, akan berkomitmen menambah investasi sebesar Rp11,2 triliun pada akhir 2025 dan tahun ini memberikan izin untuk menambah ekspor ke sembilan negara, dari sebelumnya 30 negara menjadi ke 39 negara. 

“Kami juga mendorong agar Mitsubishi melakukan ekspor mobil ke Australia, mengingat perjanjian kerja sama antara kedua negara (IA-CEPA) telah berjalan,” ungkap Agus.

Mitsubishi sendiri dilaporkan telah mengekspor 154.000 unit Xpander yang diproduksi di Indonesia ke 30 negara hingga 2020. Dengan proyeksi peningkatan kapasitas produksi dari 220.000 unit menjadi 250.000 unit per tahun, perusahaan ini juga akan memproduksi beberapa model baru global mulai 2023.

Perusahaan lainnya, Honda, berencana menambah investasi sebesar Rp5,19 Triliun hingga 2024, termasuk untuk pengembangan kendaraan model baru yang akan diproduksi hanya di Indonesia dan diekspor ke 31 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

“Kami mendorong realisasi dari komitmen investasi Honda. Perusahaan tersebut juga berencana membuka tujuan ekspor baru, antara lain ke Afrika Selatan di tahun 2022, serta ke Meksiko, Amerika Utara, dan Amerika Selatan pada 2023,” imbuh Agus.

Selain kendaraan bermotor, Honda juga dikabarkan akan memproduksi komponen kendaraan (autoparts) yang menjadi bagian rantai pasok global yang diekspor antara lain ke Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia dan Jepang sendiri.

Baca juga : Pemerintah Timbang Insentif PPnBM untuk Kendaraan di Atas 1.500cc

Kemudian, Suzuki juga berencana menginvestasikan Rp1,2 Triliun untuk basis pengembangan produk Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. Dua jenis kendaraan tersebut disebut sebagai mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG) yang dinilai ramah lingkungan dan dapat terjangkau oleh masyarakat. 

“Model-model tersebut untuk tujuan ekspor bagi pasar Asia dan Amerika Latin,” jelas Agus.

Dari hasil pertemuan dengan Toyota, perusahaan tersebut tetap berkomitmen mewujudkan investasi sebesar Rp28 Triliun di Indonesia. Peluang ekspor itu juga dikatakan Menperin aka semakin besar dengan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“Selain ke Australia, kami juga mendorong Toyota untuk membuka pasar ekspor baru, misalnya di Afrika dan Timur Tengah,” ujar Menperin.

Hingga 2020, Toyota dilaporkan telah mengekspor kendaraan ke 80 negara di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur termasuk Jepang, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania. Kepada Menperin, pihak Toyota menyampaikan akan meningkatkan tujuan ekspor hingga ke 100 negara di tahun 2024.

Selanjutnya, Menperin juga mendorong Mazda untuk membuka pabriknya di Indonesia dengan menyampaikan berbagai kemudahan investasi dan banyak insentif untuk investor otomotif baru di Indonesia. 

Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp97,3 triliun dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang, yakni Toyota (Rp63 triliun), Honda (Rp6,2 triliun), Suzuki (Rp21 triliun), dan Mitsubishi (Rp7,1 triliun).

Sampai tahun 2024, pihaknya menegaskan, Toyota akan memperluas pasar ekspornya sebanyak 100 negara, kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara), dan Mitsubishi (39 negara). Adapun, total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini ditaksir mencapai 9 ribu orang. (OL-7)

BERITA TERKAIT