11 March 2021, 13:58 WIB

Sandiaga: UMKM di Desa Wisata Harus Melek Digital


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi kreatif termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di desa wisata.

Hal ini disampaikan dirinya dalam kunjungan ke Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3). Desa tersebut disebut memperoleh sertifikat "Desa Wisata Berkelanjutan" dari Kemenparekraf pada Senin (1/3) lalu.

“Para pelaku UMKM di sini harus melek digital dan Kemenparekraf akan melakukan inisiasi agar lebih banyak UMKM di sini yang tergabung dalam ekosistem digital atau e-commerce," kata Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (11/3).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, desa Batu Layang dikatakan memiliki koneksi internet yang cukup baik. Sehingga, menurutnya, perlu ada pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif di desa.

"Kami akan all out mendampingi. Karena saya meyakini selain pelatihan, harus didampingi, di pada onboarding. Setelah itu, kita harus pastikan mereka memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses (berjualan)," jelas Sandiaga.

Baca juga: Wujudkan Desa Wisata, Pemprov Bengkulu Dukung Warkop Digital

Tak hanya itu, dia menyebutkan pengembangan desa wisata juga memiliki dampak ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar.

Oleh karenanya, pihaknya tengah mencoba bersinergi dengan program pemulihan ekonomi yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Borongdong.id.

"Ini akan kita sinergikan dengan pendampingan marketplace dan UMKM. Jadi nanti kita akan undang marketplace-marketplace besar termasuk yang sudah dibina oleh teman-teman Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ucapnya.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku pihaknya akan mendorong agar desa-desa yang ada di Kabupaten Bogor untuk membentuk desa wisata seperti Desa Batu Layang.

"Jadi Desa Batu Layang ini bisa dicontoh oleh 435 desa lainnya di Kabupaten Bogor yang banyak memiliki potensi untuk meningkatkan kunjungan wisata," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT