11 March 2021, 09:44 WIB

Pembentukan Holding BUMN Pariwisata, Sandiaga: Dukung 100 Persen


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Mou) Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata, dengan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Rabu (10/3).

"Saya mendukung 100% dan kami akan terjunkan tim khusus untuk ikut mendorong. Semua support system Kemenparekraf akan kita terjunkan untuk ikut memastikan kerja sama tujuh BUMN ini berjalan dengan baik," ujar Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (10/3).

Adapun, ketujuh BUMN tersebut adalah PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai operator bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai operator maskapai Garuda Indonesia dan Citilink serta PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata.

Selain itu ada juga PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, lalu Hotel Indonesia Indonesia Natour (Persero) yang merupakan travel management dan operator jaringan hotel, serta PT Sarinah (Persero) yang memiliki bidang usaha ritel, properti, ekspor, impor, dan distribusi.

"Perjanjian kerja sama ini dilaksanakan berdasarkan value creation based alignment of interest (penciptaan nilai berdasarkan keselarasan minat) di sektor pariwisata. Saya yakin dengan kepemimpinan Pak Erick Thohir (Menteri BUMN), inovasi, kolaborasi dan adaptasi bisa dihadirkan dengan kuat dalam holding ini," ucap Sandiaga.

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Polri Dukung Objek Pariwisata Dibuka Lagi

Pihaknya menjelaskan, melalui penandatanganan MoU ini, ketujuh BUMN akan intensif menindaklanjuti terkait promosi bersama lalu kerja sama penjualan, strategi bisnis dan pembuatan produk-produk terkait pariwisata sesuai dengan masa adaptasi kebiasaan baru.

Di samping itu, Kemenparekraf menyebut para pihak juga akan mengkaji kemungkinan pemanfaatan sumber daya perusahaan termasuk anak perusahaan atau perusahaan terafiliasi untuk mendukung berjalannya program strategis ini.

Sandiaga berharap penandatanganan ini tidak hanya sebagai langkah korporasi, tapi juga menginspirasi seluruh komponen bangsa untuk memperkuat kolaborasi.

"Mari kita tebar harapan, bersatu untuk semakin kuat, apalagi di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi hari ini dan berbagai tantangan ke depan," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan dan upaya pihaknya untuk menjadi penggerak perekonomian. Nantinya, ketujuh BUMN ini akan semakin erat bersinergi di bawah satu holding pariwisata dan pendukung

“Tujuh BUMN ini berkolaborasi untuk menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lainnya,” pungkas Erick.

Di kesempatan yang sama, ketujuh BUMN ini juga dilaporkan menandatangani Nota Kesepahaman dengan Himpunan Bank Negara (BNI, Mandiri, BTN, BRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk. Nota kesepahaman ini bakal menghadirkan suatu produk untuk peningkatan trafik ke destinasi wisata, melakukan promosi secara optimal dan lainnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT