11 March 2021, 05:41 WIB

Bank Syariah Indonesia Akan Right Issue Rp7,15 Triliun


Fetry Wuryasti | Ekonomi

WAKIL Menteri (Wamen) II BUMN Kartika Wirjoatmodjo  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan melakukan rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di Bursa Efek Indonesia. Ditargetkan aksi korporasi ini mampu menghimpun dana senilai USD500 juta atau setara Rp7,15 triliun.

Tiko sapaan akrab Kartika mengatakan emiten berkode BRIS ini juga akan menargetkan menambah jumlah saham beredar perusahaan (free float) atau saham yang dimiliki publik, memenuhi ketentuan kepemilikan minimal 7,5%. Rights issue ini sekaligus ditujukan untuk mencari partner strategis perusahaan.

"Tahun 2021 ini Bank Syariah Indonesia atau BSI akan melakukan rights issue. Ini merupakan bagian dari ketentuan free float dan juga untuk menemukan strategic partner," ujar Tiko pada keynote speech Outlook 2021 Mandiri Management Investasi, Rabu (10/3).

Melalui aksi korporasi, BSI menargetkan investor global sebagai pemilik saham emiten melalui Sovereign Wealth Fund atau Indonesia Investment Authority (INA).

"Kami ingin melakukan rights issue dan tentunya jika ada match of interest kami akan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan investor yang ingin mengambil block seed di BSI ke depannya," kata Tiko.

Lebih lanjut Tiko menyampaikan di 2021 ini, direncanakan akan ada dua anak BUMN yang akan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan tersebut berasal dari anak usaha Pertamina dan Telkom.

"Tahun ini ada ada dua peluang IPO dari perusahaan telco tower terbesar di Indonesia dari Telkom dan juga Pertamina Geothermal," kata Tiko.

baca juga: Bank Syariah Indonesia Ciptakan Pembiayaan yang Kompetitif

Anak usaha Telkom yang dimaksud adalah Mitratel, sebuah perusahaan tower. Dari Pertamina, ditargetkan untuk IPO tahun ini yaitu Pertamina Geothermal. Langkah selanjutnya dari BUMN, dia bocorkan, di tahun 2022 nanti, direncanakan induk dari holding rumah sakit milik BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk melakukan IPO.

Lalu di 2023 Telkom Indonesia akan membawa anak usaha di bidang data center untuk melakukan IPO ataupun joint venture partnership. WIKA Realty juga diperkirakan akan IPO di 2023. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT