06 March 2021, 22:30 WIB

Cadangan Devisa Meningkat, Stabilitas Rupiah Dipredisi Terjaga


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, peningkatan cadangan devisa Indonesia pada Februari 2021 sebanyak US$ 138,8 miliar telah memberikan keyakinan bahwa Bank Indonesia (BI) dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

"Posisi cadangan devisa yang tinggi memberikan confident bahwa Bank Indonesia (BI) bisa menjaga stabilitas rupiah," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (6/3). 

Lebih lanjut, Piter memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia akan terus terjaga, bahkan cenderung meningkat sepanjang tahun 2021. 

Selain itu, dia menjelaskan bahwa sumber cadangan devisa utamanya adalah utang luar negeri pemerintah termasuk penerbitan obligasi global, bagi hasil konsensi pertambangan dan penjualan valas oleh swasta ke BI. 

"Umumnya (penyebab peningaktan cadangan devisa) yang terjadi adalah utang luar negeri pemerintah dan penerbitan obligasi global," kata Perry. 

Baca juga : Kemenaker Tingkatkan Kompetensi SDM di Indonesia Timur

Piter memperkirakan kenaikan cadangan devisa Indonesia selama Februari 2021 lebih dikarenakan dua faktor tersebut, yakni utang luar negeri pemerintah dan penerbitan obligasi global. 

Sementara, di sisi lain, lanjutnya, pengeluaran cadangan devisa tidak terlalu besar hanya untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang luar negeri pemerintah. 

"BI saya perkirakan tidak banyak melakukan intervensi valas selama bulan Februari (2021). Maka dari itu, ini memberikan confident pada BI untuk menjaga rupiah," pungkasnya. 

Perlu diketahui, BI kemarin merilis kenaikan cadangan devisa Indonesia Februari 2021 yang mengalami kenaikan tipis US$ 800 juta atau dari sebelumnya sebesar US$ 138 miliar pada Januari 2021 menjadi US$ 138,8 miliar. (OL-7)

BERITA TERKAIT